Suara.com - Kanker ginjal adalah kondisi ketika sel-sel yang abnormal muncul pada ginjal dan tidak terkendali.
Kondisi dapat menyebabkan nyeri di sekitar area punggung bawah hingga penyebaran sel kanker ke bagian tubuh lainnya.
Meski mematikan, namun penyakit ini akan lebih mudah diatasi jika dideteksi lebih dini.
Seperti diketahui, ginjal adalah salah satu organ penting dalam tubuh yang berfungsi untuk membuang racun, air, dan mineral yang berlebih dari dalam tubuh.
Organ ini begitu penting sehingga kamu perlu melakukan perawatan agar terhindar dari berbagai penyakit yang menyebabkan gangguan kesehatan pada ginjal, seperti kanker ginjal.
Bila anda mencurigai adanya penyakit ini maka penting untuk segera lakukan pemeriksaan terhadap kesehatan ginjal ketika kamu mengalami beberapa keluhan kesehatan yang terkait dengan kanker ginjal.
Gejala kanker ginjal dapat bervariasi dan sering kali tidak muncul pada tahap awal namun ciri-ciri yang mungkin muncul antara lain :
- Darah dalam urine, yang bisa berwarna merah muda, merah, atau seperti cola
- Nyeri di bagian samping atau punggung bawah yang tidak disebabkan cedera
- Benjolan di perut atau area pinggang
- Kelelahan terus menerus
- Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
- Demam yang tidak disebabkan oleh pilek atau flu
- Kehilangan selera makan
- Tekanan darah tinggi
- Anemia
- Kalsium tinggi
Gejala lain yang mungkin muncul jika kanker ginjal sudah menyebar ke bagian tubuh lain, antara lain: Napas yang menjadi lebih pendek, Batuk berdarah, Nyeri pada tulang.
Sindrom paraneoplastik juga dapat terjadi akibat kanker ginjal. Sindrom ini dapat menyebabkan kadar kalsium yang tinggi dalam darah, mual dan muntah, kelemahan, dan kebingungan.
Baca Juga: Penyakit Ginjal Kronis: Tantangan Perawatan dan Upaya Pencegahan di Indonesia
Cara Memeriksa Kanker Ginjal :
- Urinalisis : Menguji sampel urine untuk memastikan tidak ada darah pada urine.
- Tes Darah : Tes darah dilakukan untuk memperhatikan jumlah darah dan memastikan tidak adanya gangguan fungsi ginjal.
- CT Scan : Pemeriksaan dilakukan dengan menghasilkan gambaran ginjal dan area di sekitarnya untuk memastikan tidak ada gangguan.
- Biopsi : Sampel jaringan ginjal akan diambil untuk dilakukan pemeriksaan mendetail pada laboratorium.
Komplikasi Kanker Ginjal
- Kanker ginjal dapat menyebabkan berbagai komplikasi, di antaranya:
- Gagal ginjal
- Penyebaran tumor lokal yang menyebabkan peningkatan rasa sakit
- Penyebaran kanker ke organ lain, seperti paru-paru, hati, dan tulang
- Tekanan darah tinggi (hipertensi)
- Kadar kalsium tinggi dalam darah
- Peningkatan eritrosit
- Gangguan di hati atau limpa
Jika sel kanker menyebar ke organ lain, keluhan yang dirasakan bisa berkaitan dengan organ yang terdampak. Misalnya, jika sel kanker menyebar ke paru-paru, gejalanya dapat berupa sesak napas atau batuk berdarah.
Sementara itu, jika sel kanker menyebar ke tulang, penderitanya bisa mengalami nyeri tulang atau sendi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!