Suara.com - Penyanyi kenamaan Vidi Aldiano kini tengah berjuang melawan penyakit kanker ginjal stadium 3. Ia pun harus rela melakukan pengobatan rutin bahkan harus sampai ke luar negeri.
Kondisi ini menyebabkan kesehatannya tak stabil dan bisa tiba-tiba drop meski beberapa waktu sebelumnya sangat sehat.
Kanker ginjal adalah kondisi ketika sel-sel yang abnormal muncul pada ginjal dan tidak terkendali Dimana kondisi ini dapat menyebabkan nyeri di sekitar area punggung bawah hingga penyebaran sel kanker ke bagian tubuh lainnya.
Meski mematikan, namun penyakit ini akan lebih mudah diatasi jika dideteksi lebih dini.
Seperti diketahui, ginjal adalah salah satu organ penting dalam tubuh yang berfungsi untuk membuang racun, air, dan mineral yang berlebih dari dalam tubuh.
Organ ini begitu penting sehingga kamu perlu melakukan perawatan agar terhindar dari berbagai penyakit yang menyebabkan gangguan kesehatan pada ginjal, seperti kanker ginjal.
Bila anda mencurigai adanya penyakit ini maka penting untuk segera lakukan pemeriksaan terhadap kesehatan ginjal ketika kamu mengalami beberapa keluhan kesehatan yang terkait dengan kanker ginjal.
Penyakit ini bisa didiagnosis dengan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:
- Urinalisis : Menguji sampel urine untuk memastikan tidak ada darah pada urine.
- Tes Darah : Tes darah dilakukan untuk memperhatikan jumlah darah dan memastikan tidak adanya gangguan fungsi ginjal.
- CT Scan : Pemeriksaan dilakukan dengan menghasilkan gambaran ginjal dan area di sekitarnya untuk memastikan tidak ada gangguan.
- Biopsi : Sampel jaringan ginjal akan diambil untuk dilakukan pemeriksaan mendetail pada laboratorium.
Komplikasi Kanker Ginjal
Baca Juga: Penyakit Ginjal Kronis: Tantangan Perawatan dan Upaya Pencegahan di Indonesia
- Kanker ginjal dapat menyebabkan berbagai komplikasi, di antaranya:
- Gagal ginjal
- Penyebaran tumor lokal yang menyebabkan peningkatan rasa sakit
- Penyebaran kanker ke organ lain, seperti paru-paru, hati, dan tulang
- Tekanan darah tinggi (hipertensi)
- Kadar kalsium tinggi dalam darah
- Peningkatan eritrosit
- Gangguan di hati atau limpa
Jika sel kanker menyebar ke organ lain, keluhan yang dirasakan bisa berkaitan dengan organ yang terdampak. Misalnya, jika sel kanker menyebar ke paru-paru, gejalanya dapat berupa sesak napas atau batuk berdarah.
Sementara itu, jika sel kanker menyebar ke tulang, penderitanya bisa mengalami nyeri tulang atau sendi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut
-
15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?