Suara.com - Cacar air merupakan penyakit yang cukup serius yang dapat menyerang anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Penyakit ini biasanya menyerang anak-anak, yang ditandai dengan ruam pada kulit, kulit terasa gatal dan timbulnya demam yang cukup tinggi.
Menurut informasi dari idikabgrobogan.org, cacar air adalah infeksi yang disebabkan oleh virus Varicella-zoster yang paling sering terjadi pada anak-anak di bawah usia dua belas tahun. Orang dewasa yang belum pernah terinfeksi juga dapat menderita cacar air, dengan gejala biasanya lebih parah. Penyakit dapat dengan mudah menyebar dari satu orang ke orang lain.
IDI Kabupaten adalah organisasi profesi yang mewadahi para dokter yang berpraktek di wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. IDI Kabupaten Grobogan senantiasa membantu dokter untuk menjalankan praktik medis mereka sesuai dengan regulasi ataupun aturan yang berlaku di Indonesia.
IDI Kabupaten Grobogan sedang melakukan penelitian lebih lanjut terkait penyakit cacar air yang rentan menyerang anak-anak. Mengenal penyebab cacar air, serta obat yang direkomendasikan untuk penderitanya.
Apa saja penyebab terjadinya cacar air?
Dilansir dari laman https://idikabgrobogan.org, cacar air yang disebabkan oleh infeksi virus varicella zoster dapat menyerang siapa saja, tetapi lebih umum terjadi pada anak-anak. Berikut adalah penjelasan mengenai penyebab terjadinya cacar air pada anak-anak hingga orang dewasa meliputi:
1. Infeksi virus Varicella Zoster
Penyebab utama cacar air adalah infeksi oleh virus VZV, yang merupakan anggota keluarga virus herpes. Virus ini sangat menular dan dapat menyebar melalui percikan udara saat seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin, serta melalui kontak langsung dengan cairan dari ruam atau lepuhan penderita
2. Kontak dengan penderita cacar air
Baca Juga: Memahami Dunia Anak dari Perspektif Orang Dewasa Lewat Buku The World Called Children
Cacar air dapat menyebar melalui kontak fisik dengan penderita, seperti menyentuh ruam atau lepuhan yang terinfeksi. Ini membuat interaksi dekat dengan orang yang terinfeksi berisiko tinggi
3. Sistem kekebalan tubuh yang lemah
Individu yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti mereka yang menerima pengobatan imunosupresif atau menderita kondisi medis tertentu, lebih rentan terinfeksi cacar air.
4. Adanya kondisi khusus
Bayi yang lahir dari ibu yang tidak divaksinasi juga berisiko tinggi terkena cacar air karena mereka belum memiliki kekebalan yang cukup untuk melawan virus penyebab cacar air.
Apa saja obat yang direkomendasikan untuk penyakit cacar air?
Berita Terkait
-
Sedang Merebak, Ini Gejala Cacar Air yang Perlu Diwaspadai Orang Tua
-
Program Edukatif Ajak Anak-anak Menonton Film Lokal, Ini Deretan Manfaatnya
-
Gejala Awal Cacar Air Yang Terjadi Pada Anak, Masa Inkubasi 7-21 Hari
-
Sejarah Hari Anak Sedunia Yang Diperingati Pada 20 November
-
Cara Agar Cacar Air Cepat Kering Dan Tidak Gatal
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!