Suara.com - Asam urat adalah salah satu kondisi medis yang cukup umum, terutama di kalangan orang dewasa. Penyakit ini disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat dalam sendi yang dapat menyebabkan rasa nyeri, pembengkakan, dan bahkan peradangan.
Salah satu cara mengatasi asam urat adalah dengan menggunakan pengobatan alami yang dapat membantu mengurangi gejalanya secara efektif.
Pada artikel yang bersumber dari pafibovendigoelkab.org ini, kita akan membahas beberapa pengobatan alami yang bisa Kamu coba untuk mengatasi asam urat secara alami dan efektif berdasarkan penelitian yang relevan di Indonesia.
1. Manfaat Air Lemon untuk Menurunkan Asam Urat
Salah satu pengobatan alami yang dapat membantu menurunkan kadar asam urat adalah air lemon. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi air lemon dapat meningkatkan kadar pH darah, yang membantu mencegah pembentukan kristal asam urat.
Sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menemukan bahwa konsumsi lemon dapat mengurangi risiko serangan asam urat dengan cara meningkatkan ekskresi asam urat melalui urine. Kamu cukup mengonsumsi air perasan lemon yang dicampur dengan air hangat setiap pagi untuk merasakan manfaatnya.
2. Mengonsumsi Jahe untuk Mengurangi Peradangan
Jahe dikenal luas sebagai bahan alami yang memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Beberapa penelitian di Indonesia, seperti yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, menunjukkan bahwa jahe memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu meredakan peradangan pada sendi akibat asam urat.
Kandungan gingerol dalam jahe diketahui dapat mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan yang disebabkan oleh serangan asam urat. Untuk mendapatkan manfaat maksimal, Kamu bisa mengonsumsi jahe dalam bentuk teh atau menambahkannya dalam masakan sehari-hari.
Baca Juga: Kenali Bahaya Penyakit Batu Ginjal, IDI Lombok Tengah Bagikan Informasi Pengobatan
3. Menggunakan Daun Seledri untuk Menurunkan Kadar Asam Urat
Daun seledri adalah salah satu bahan alami yang cukup efektif untuk menurunkan kadar asam urat dalam tubuh. Penelitian dari Universitas Airlangga Surabaya menunjukkan bahwa daun seledri memiliki sifat diuretik yang dapat membantu meningkatkan pengeluaran asam urat melalui urine.
Selain itu, seledri juga mengandung vitamin C dan antioksidan yang dapat membantu menjaga kesehatan sendi dan mencegah peradangan. Kamu bisa membuat jus seledri segar atau menambahkannya dalam salad untuk mendapatkan manfaat dari daun seledri ini.
4. Kurma untuk Mengontrol Kadar Asam Urat
Kurma merupakan buah yang kaya akan kalium dan magnesium yang berfungsi untuk menyeimbangkan kadar asam urat dalam tubuh. Penelitian yang dilakukan oleh para ahli di Universitas Diponegoro Semarang menemukan bahwa kurma dapat membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah serta mengurangi risiko terjadinya serangan asam urat.
Konsumsi kurma secara rutin dapat membantu mengatasi gejala asam urat dan menjaga kadar asam urat tetap stabil. Kamu bisa mengonsumsi kurma sebagai camilan sehat atau menambahkannya ke dalam makanan lain.
Berita Terkait
-
5 Pengobatan Alami untuk Peradangan Sendi yang Terbukti Ampuh
-
5 Pemicu Penyakit Asam Urat pada Usia Muda
-
Kenali Dampak Penyakit Varikokel, IDI Indramayu Berikan Solusi Pengobatan
-
Kenali Penyebab Penyakit Vulvovaginitis, IDI Cianjur Berikan Solusi Pengobatan
-
China Uji Coba Sistem Pemantau Pneumonia Misterius, Apa Pelajaran untuk Indonesia?
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli