Suara.com - Gigi yang bersih dan putih kerap dianggap sebagai salah satu penunjang penampilan yang sehat dan menarik. Namun, tanpa disadari, kebiasaan mengonsumsi minuman tertentu dapat menyebabkan noda pada gigi, membuatnya terlihat kusam dan mengurangi keindahan senyumnya.
Seorang dokter gigi asal California yang populer dengan nama The Gumfather membagikan temuan eksperimen yang menunjukkan bagaimana jenis minuman tertentu bisa menimbulkan noda pada gigi.
Dr. Miles Madison menunjukkan eksperimen yang dilakukan dengan merendam empat gigi di dalam larutan kopi, teh, soda, dan anggur merah.
Gigi tersebut direndam selama sepuluh hari untuk melihat mana yang menyebabkan noda paling banyak. Hasilnya menunjukkan gigi yang direndam di dalam anggur merah hampir seluruhnya berubah menjadi ungu.
"Anggur merah menodai seluruh gigi. Itu menodai email, akar, semuanya. Anggur merah jelas menyebabkan noda paling banyak," katanya melansir Antara, Rabu (15/1/2025).
Menurut hasil eksperimen, teh menimbulkan paling sedikit noda pada gigi dan kopi menyebabkan noda yang lebih gelap dibandingkan dengan teh, terutama pada akar gigi.
Hasil eksperimen dokter Madison juga menunjukkan bahwa gigi yang direndam di dalam soda tidak hanya berubah warna, tetapi juga berlubang permukaannya.
"Coke tidak hanya membuat gigi menjadi sangat gelap tetapi juga menyebabkan lubang kecil karena asam tersebut menggerogoti email dan juga bagian dari struktur akar gigi," ujarnya.
Namun yang mejadi pernyataan apakah hasil eksperimen merendam gigi benar-benar mencerminkan situasi di dunia nyata? Karena orang umumnya tidak membiarkan gigi atau mulut mereka terendam dalam minuman selama berjam-jam.
"Minum kopi seumur hidup itu seperti merendam gigi dalam kopi selama 228 hari berturut-turut, dan jika Anda minum dua cangkir sehari, itu sama dengan 456 hari!," ungkapnya.
Ia juga menyoroti penyebab minuman bersoda berisiko bagi kesehatan gigi, yakni kandungan gula yang tinggi. Kandungan gula dalam satu kaleng minuman bersoda setara dengan sembilan sendok teh gula.
Berita Terkait
-
Cintai Tubuhmu: Mengapa Kesehatan Mental Jauh Lebih Penting daripada Angka di Timbangan
-
Ketika Tubuhmu Sehat tapi Hidupmu Tetap Terasa Kosong
-
Kemenkes Akan Loloskan Aturan Standardisasi Kemasan, Pedagang Kaki Lima Terbebani dan Tegas Menolak
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Mengapa Edukasi Menstruasi Bisa Membantu Menekan Risiko HIV pada Remaja?
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian