Suara.com - Pneumonia atau radang paru-paru merupakan kondisi serius yang perlu mendapat perhatian khusus, terutama ketika menyerang anak-anak. Mari kita pahami secara mendalam tentang penyakit ini, mulai dari pengenalan gejala hingga tahapan perkembangannya, untuk membantu orang tua mengenali dan menangani kondisi ini dengan tepat.
Melansir laman Halodoc, pneumonia adalah inflamasi yang terjadi di saluran pernapasan bawah, tepatnya di paru-paru. Kondisi ini menyebabkan kantong udara kecil (alveoli) dipenuhi cairan, lendir, atau nanah, yang mengakibatkan kesulitan bernapas. Yang membuat pneumonia pada anak perlu perhatian khusus adalah sifatnya yang sering tersamarkan dengan gejala flu biasa.
1. Mengenali Gejala Awal
Tidak seperti pada orang dewasa yang memiliki gejala yang jelas, pneumonia pada anak memiliki karakteristik yang lebih halus. Beberapa tanda awal yang perlu diwaspadai meliputi:
Gejala Umum
- Batuk persisten yang bisa menghasilkan lendir atau darah
- Kesulitan bernapas yang semakin meningkat
- Kelelahan yang tidak biasa
- Hilangnya selera makan
- Demam yang berkelanjutan
2. Perbedaan Pneumonia Bakteri dan Virus
Penting untuk memahami bahwa pneumonia dapat disebabkan oleh bakteri atau virus, dengan karakteristik yang berbeda:
Pneumonia Bakteri:
- Gejala muncul secara cepat
- Demam tinggi mendadak
- Pernapasan sangat cepat
- Membutuhkan pengobatan antibiotik
Pneumonia Virus:
Baca Juga: Kabar Duka: Shancai 'Meteor Garden' Tutup Usia, Dee Hsu Ungkap Penyebabnya
- Gejala berkembang secara bertahap
- Tingkat keparahan lebih ringan
- Sering disertai mengi
- Tidak memerlukan antibiotik
3. Empat Stadium Perkembangan Pneumonia
A. Stadium Congestion (24 Jam Pertama)
Pada tahap awal ini, infeksi mulai menguasai paru-paru, menyebabkan:
- Pembengkakan alveoli
- Pembesaran pembuluh darah
- Peradangan paru-paru
- Penumpukan cairan
B. Stadium Red Hepatization (Hari 2-4)
Pada tahap ini terjadi:
- Pergerakan sel darah merah ke alveoli
- Paru-paru menjadi kemerahan
- Penurunan kemampuan transport oksigen
- Peningkatan intensitas gejala
C. Stadium Grey Hepatization (Hari 4-8)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
Terkini
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya