- Pilates kembali populer di kalangan masyarakat urban karena menawarkan manfaat lebih dari sekadar pembentukan postur tubuh.
- Olahraga ini menekankan keseimbangan antara kekuatan otot, pengaturan napas, dan ketenangan pikiran.
- Banyak studio pilates lokal yang kini membawa kembali filosofi pilates sebagai gaya hidup sehat dan mindful.
Suara.com - Di tengah gaya hidup serba cepat, pilates kembali menjadi pilihan banyak orang yang ingin menjaga kesehatan tubuh sekaligus menenangkan pikiran. Olahraga ini bukan sekadar soal bentuk tubuh, tetapi tentang bagaimana seseorang bisa menyatukan gerak, napas, dan ketenangan dalam satu ritme.
Studio-studio pilates di Indonesia pun kini semakin berkembang, membawa kembali filosofi asli pilates sebagai latihan yang menyeimbangkan kekuatan fisik dan keseimbangan batin.
Salah satu studio pilates asal Indonesia yang sudah berdiri sejak empat tahun lalu, Pilates Re Bar turut menjadi pilihan banyak masyarakat untuk melakukan olahraga pilates secara intens, terarah, dan nyaman dalam kurun waktu sejam.
Kenyamanan dan Kualitas Prioritas Utama
Memberanikan diri untuk buka pada era Covid-19, Pilates Re BAR memiliki tujuan untuk memperkenalkan pilates sebagai olahraga yang bisa memberikan banyak manfaat bagi kesehatan dan keseimbangan tubuh.
Founder & Managing Director Pilates Re BAR, Eny Surya menyampaikan jika Pilates Re Bar menjadi salah satu studio pilates yang tetap buka di era Covid-19 dan tetap melayani para konsumen atau pelanggan yang ingin tetap hidup sehat di era pandemi, tentu pelayanan tetap dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku saat itu.
“Jadi, kita memang yang satu-satunya yang buka karena asal mulanya pilates itu sebenarnya ditemukan pada zaman spanish flu, jadi itu adalah Covid di situ. Jadi saya terpikir udah nggak ada waktu lagi yang lebih tepat daripada waktu itu,” ungkap Eny pada acara Pilates Re Bar BSD 2nd Anniversary, Sabtu (11/10/2025).
Eny menegaskan jika Pilates Re Bar juga menjadi salah satu wujud untuk menunjukkan jika pilates tidak hanya sebatas dilakukan untuk memperbaiki postur tubuh saja, tetapi juga sebagai olahraga yang dapat menjaga kesehatan tubuh, baik secara jiwa maupun raga.
Selain itu, Pilates Re Bar juga memiliki kapasitas ruangan yang dapat diisi oleh 6–8 orang untuk melakukan olahraga pilates. Kapasitas ruangan yang cukup besar ini turut memberikan perbedaan pada Pilates Re Bar dengan studio pilates lainnya.
Baca Juga: FGI Pastikan Atlet Israel 'Libur' di Kejuaraan Dunia Gimnastik 2025
Eny juga menambahkan jika fokus Pilates Re Bar sebagai olahraga menjadikan pilates dapat ditekuni oleh berbagai kalangan. Walau pelanggan Pilates Re Bar sebanyak 95% berasal dari kaum perempuan, masih banyak kaum laki-laki yang ingin mendapatkan hidup sehat melalui olahraga pilates.
Tim Pilates Re Bar menyampaikan bahwa pengunjung yang ingin mencoba pilates di studio mereka bisa memilih dua cara, yakni one time visit atau satu kali datang saja dan membership atau berlangganan.
Pilates Re Bar sendiri sudah memiliki 10 studio yang tersebar di wilayah Jakarta dan Tangerang. Salah satu studio mereka yang berlokasi di The Quantis BSD, Tangerang Selatan baru saja merayakan ulang tahun keduanya pada Sabtu kemarin (11/12/2025).
Pada acara 2nd anniversary-nya tersebut Pilates Re Bar The Quantis BSD juga melakukan kolaborasi dengan berbagai brand kesehatan dan juga kecantikan. Mulai dari Halodoc, Make Over, Titisan Oil, Madin Home, Npure, Yellow Fit Kitchen, dan masih banyak lagi.
Di sisa tiga bulan ini, Pilates Re Bar juga akan membuka dua franchise lagi di tempat yang berbeda, yakni di Bali dan Cakung. Pada tahun depan, Eny turut memberikan informasi jika Pilates Re Bar berencana akan tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Sejalan dengan tema 2nd Anniversary, yakni “2gether WE GROW – Step Back 2 the Roots”, Pilates Re Bar turut mengajak pelanggannya dan semua orang untuk kembali ke akar kehidupan untuk mewujudkan hidup sehat dimulai dari berolahraga, memperhatikan asupan nutrisi, dan rutin melakukan cek kesehatan tubuh.
(Annisa Deli Indriyanti)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga