- Fraud klaim asuransi kesehatan capai 55% kasus, rugikan industri hingga Rp2 triliun per tahun.
- Deswa tegaskan perlunya kolaborasi medis dan data agar keputusan klaim lebih objektif.
- MAB by Deswa hadir sebagai dewan independen untuk cegah fraud dan perkuat transparansi klaim.
Suara.com - Kesehatan dan kepercayaan adalah dua hal yang seharusnya berjalan beriringan. Namun, di balik sistem asuransi kesehatan yang seharusnya melindungi masyarakat, tersimpan persoalan besar yang kini mulai menjadi perhatian: meningkatnya potensi fraud atau kecurangan dalam klaim asuransi kesehatan dan jiwa.
Selama tiga tahun terakhir, berdasarkan temuan investigasi lapangan yang dilakukan Deswa Integra Group, sekitar 40–55 persen kasus klaim asuransi jiwa dan kesehatan di Indonesia terindikasi mengandung unsur fraud, dengan potensi kerugian industri mencapai Rp2 triliun per tahun. Dari angka tersebut, 25–27 persen fraud terjadi di sektor asuransi kesehatan.
Kecurangan dalam klaim asuransi tidak selalu terlihat kasat mata. Jika dahulu fraud banyak ditemukan di tataran administratif seperti pemalsuan dokumen atau klaim ganda, kini bentuknya semakin kompleks, masuk ke ranah interpretasi medis.
“Fraud saat ini berkembang di area yang lebih halus. Misalnya, perbedaan penafsiran terhadap diagnosis, tindakan medis, atau lama rawat yang seharusnya dilakukan,” jelas Dedi Dwi Kristianto, CEO Deswa Integra Group.
“Hal ini muncul karena adanya celah pemahaman antara tenaga medis, penyedia layanan kesehatan, dan pihak asuransi,” lanjut dia.
Menurut Dedi, fenomena ini menunjukkan bahwa pengawasan klaim tidak bisa lagi mengandalkan sistem administratif semata. Diperlukan pendekatan multidisiplin, memadukan analisis medis, aktuaria, hingga data analitik untuk memahami akar masalah dan menemukan solusi yang adil bagi semua pihak.
Fraud Bukan Sekadar Masalah Finansial, Tapi Juga Masalah Kesehatan
Kecurangan klaim bukan hanya berdampak pada kerugian finansial industri, tapi juga berisiko mempengaruhi kualitas layanan kesehatan.
Ketika klaim berlebih atau tidak sesuai prosedur medis terus terjadi, beban biaya meningkat dan akhirnya dapat berimbas pada kenaikan premi yang harus ditanggung masyarakat.
“Di sinilah pentingnya integritas dalam pengambilan keputusan medis,” ujar dr. Nickolai Indrarajasa, MARS., QRGP, Ketua Dewan Penasihat Medis (Medical Advisory Board/MAB) by Deswa.
“Setiap keputusan medis harus berbasis data, bukan kepentingan. Karena pada akhirnya, yang kita jaga bukan hanya uang perusahaan asuransi, tapi kepercayaan publik terhadap sistem kesehatan,” ucap dia.
dr. Nickolai menegaskan, fraud dalam klaim kesehatan sering muncul karena kurangnya forum objektif yang bisa menilai kasus secara ilmiah dan independen.
Ia mencontohkan, terkadang terdapat perbedaan pandangan antara dokter pemeriksa dan tim verifikator asuransi mengenai tindakan medis tertentu. Di sinilah peran Dewan Penasihat Medis (MAB) menjadi penting.
“MAB by Deswa kami bentuk sebagai dewan independen lintas disiplin — berisi dokter, aktuaria, analis data, dan ahli risiko — untuk memberikan second opinion yang kredibel dan objektif,” jelas dr. Nickolai.
“Kami bukan menggantikan keputusan perusahaan atau regulator, tetapi menjembatani dunia medis dan dunia asuransi agar keputusan tetap rasional, efisien, dan adil,” tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala
-
Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak
-
Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami
-
Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter
-
Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran
-
DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya
-
AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi