- Mayoritas korban banjir Sumatera terserang ISPA dan penyakit kulit.
- ISPA merupakan akronim dari infeksi saluran pernapasan akut.
- Penyebabnya beragam, mulai dari virus, bakteri, hingga jamur.
4. Hidung Tersumbat
Saluran hidung yang penuh lendir atau mengalami pembengkakan dapat membuat bernapas menjadi sulit. Hidung tersumbat juga bisa memengaruhi indera penciuman dan kualitas tidur.
5. Sesak Nafas atau Sulit Bernapas
Sesak napas merupakan gejala serius yang menunjukkan infeksi mungkin telah menjalar ke paru-paru. Kondisi ini membutuhkan perhatian medis segera agar tidak memburuk.
6. Demam
Kenaikan suhu tubuh di atas normal adalah respon alami tubuh terhadap infeksi. Demam menunjukkan sistem imun sedang bekerja untuk melawan virus, bakteri, atau patogen lain penyebab ISPA.
7. Nafsu Makan Menurun
Infeksi sering menyebabkan penurunan nafsu makan karena tubuh memusatkan energi untuk melawan penyakit. Kekurangan asupan makanan dapat membuat pemulihan menjadi lebih lambat.
8. Mual, Muntah, atau Diare
Baca Juga: Penyakit Mulai Hantui Pengungsi Banjir Sumatra, Kemenkes Diminta Gerak Cepat
Beberapa penderita ISPA mengalami gangguan pencernaan akibat peradangan tubuh. Gejala ini biasanya bersifat sementara, tetapi tetap perlu diperhatikan agar tubuh tidak dehidrasi.
9. Sakit Tenggorokan
Rasa sakit, panas, atau terbakar di tenggorokan sering muncul pada ISPA. Gejala ini membuat menelan makanan atau minuman menjadi tidak nyaman dan kadang memicu batuk.
10. Pilek atau Nyeri Sinus
Hidung berair, tersumbat, atau nyeri sinus biasanya muncul ketika infeksi menyerang sinus. Gejala ini juga dapat menyebabkan tekanan di wajah dan sakit kepala ringan.
11. Lemas atau Lelah
Tubuh yang berjuang melawan infeksi sering membuat penderitanya merasa lemas, lelah, dan kehilangan energi. Kondisi ini bisa berlangsung beberapa hari hingga tubuh pulih sepenuhnya.
12. Suara Serak atau Hilangnya Suara
Perubahan suara, baik serak maupun hilang sama sekali, bisa menjadi tanda bahwa ISPA memengaruhi saluran pernapasan atas. Gejala ini biasanya bersifat sementara, namun dapat mengganggu komunikasi sehari-hari.
Berita Terkait
-
Penyakit Mulai Hantui Pengungsi Banjir Sumatra, Kemenkes Diminta Gerak Cepat
-
6 Penyebab Kanker Otak, Penyakit yang Sempat Diderita Epy Kusnandar Sebelum Meninggal Dunia
-
7 Penyakit yang Sering Muncul setelah Banjir, Lengkap Cara Pencegahannya
-
Eco-Anxiety Bukan Penyakit: Saat Kecemasan Iklim Menggerakkan Perubahan
-
Bukan Cuma Penyakit Orang Tua, Ini 5 'Jurus Sakti' Biar Gak Kena Pneumonia
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak
-
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya
-
Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir
-
Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses
-
Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat
-
World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu