- Kehilangan gigi dapat memicu masalah serius seperti pergeseran gigi dan penurunan kepadatan tulang rahang, bukan sekadar masalah kosmetik.
- Implan gigi berupa akar titanium ditanam di tulang rahang, berfungsi stabil menggantikan gigi asli tanpa mengorbankan gigi sekitar.
- Perawatan implan, seperti di J SMILE Dental Clinic, menawarkan solusi jangka panjang menjaga struktur mulut, fungsi kunyah, dan estetika wajah.
Suara.com - Kehilangan gigi sering dianggap masalah sepele yang cukup diatasi dengan gigi palsu lepasan. Padahal, gigi yang hilang, baik satu maupun beberapa, bisa memicu berbagai masalah serius pada kesehatan mulut.
Mulai dari pergeseran gigi di sekitarnya, penurunan kepadatan tulang rahang, hingga gangguan mengunyah dan perubahan bentuk wajah.
Kondisi inilah yang membuat implan gigi kini semakin direkomendasikan secara medis sebagai solusi jangka panjang. Implan gigi merupakan penanaman akar gigi buatan berbahan titanium ke dalam tulang rahang yang berfungsi menggantikan akar gigi alami, sehingga mampu menopang gigi tiruan secara kuat dan stabil.
Di J SMILE Dental Clinic, perawatan implan gigi dilakukan dengan pendekatan komprehensif dan teknologi modern, ditangani langsung oleh dokter berpengalaman yang mengutamakan fungsi, kenyamanan, dan hasil jangka panjang bagi pasien.
Menurut drg. Christine Hendriono, Sp.KG, GCOI, MS Implant (Rome), membiarkan gigi hilang tanpa penggantian yang tepat bisa berdampak serius pada struktur mulut.
“Ketika satu gigi hilang, beban kunyah menjadi tidak seimbang. Dalam jangka panjang, tulang rahang bisa menyusut dan gigi di sekitarnya ikut bergeser. Implan gigi bukan hanya soal mengganti gigi yang hilang, tapi menjaga struktur mulut tetap sehat,” jelas drg. Christine.
Berbeda dengan gigi palsu lepasan atau jembatan gigi konvensional, implan gigi ditanam langsung ke tulang rahang sehingga bekerja menyerupai gigi asli. Hal ini membuat implan lebih stabil, nyaman, dan tidak mudah bergeser saat digunakan untuk makan atau berbicara.
Sejumlah keunggulan implan gigi antara lain terasa dan berfungsi seperti gigi asli, tidak perlu mengorbankan gigi sehat di sekitarnya, membantu mempertahankan kepadatan tulang rahang, serta memiliki daya tahan jangka panjang jika dirawat dengan baik.
Dengan perencanaan yang tepat, implan dapat digunakan untuk menggantikan satu gigi, beberapa gigi, bahkan seluruh gigi dalam satu rahang.
Baca Juga: Dokter Gigi Rasa Tempat Olahraga? OMDC Hadirkan Padel Court dan Gym di Klinik Baru
Selain mengembalikan fungsi mengunyah, implan gigi juga memiliki manfaat kesehatan yang sering tidak disadari. Akar implan merangsang tulang rahang seperti akar gigi alami sehingga membantu mencegah penyusutan tulang akibat kehilangan gigi.
Posisi gigi di sekitarnya pun tetap stabil, sehingga susunan gigi tidak bergeser dan tetap rapi. Dari sisi estetika, implan juga membantu menjaga bentuk wajah agar tidak tampak cekung akibat gigi yang hilang.
“Implan gigi adalah investasi kesehatan jangka panjang. Jika dirawat dengan baik, hasilnya bisa bertahan puluhan tahun,” tambah drg. Christine.
Di J SMILE Dental Clinic, prosedur implan diawali dengan evaluasi menyeluruh, mulai dari pemeriksaan kondisi gigi dan gusi, foto rontgen dan CT Scan untuk menilai kualitas tulang rahang, hingga perencanaan posisi implan secara presisi.
Proses pemasangan dilakukan bertahap agar implan dapat menyatu dengan tulang secara optimal, sekaligus meminimalkan risiko dan rasa tidak nyaman.
Dengan teknik modern dan pendekatan yang terukur, prosedur implan kini dapat dilakukan dengan nyeri minimal serta waktu pemulihan yang lebih nyaman bagi pasien.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak