Ilustrasi Sakit Jantung (Freepik/Jcomp)
Baca 10 detik
- Smartwatch mendeteksi potensi aritmia jantung menggunakan sensor cahaya yang membaca aliran darah pergelangan tangan.
- Dokter menyatakan deteksi gangguan irama jantung dapat dilakukan manual dengan meraba denyut nadi di pergelangan tangan.
- Nadi yang tidak beraturan mengindikasikan aritmia, seperti atrium fibrilasi, yang meningkatkan risiko pembentukan bekuan darah.
dr. Evan mengatakan seseorang perlu waspada saat nadi tidak beraturan atau irregular. Kondisi inilah yang disebut aritmia, yaitu gangguan irama jantung. Lalu salah satu gangguan irama yang paling sering ditemukan adalah atrium fibrilasi.
"Dan salah satu penyebab paling sering gangguan irama adalah atrium fibrilasi," jelas dr. Evan.
Atrium fibrilasi adalah kondisi ketika serambi jantung (atrium) berdenyut sangat cepat dan tidak terkoordinasi.
Akibatnya, irama jantung menjadi kacau dan tidak teratur. Kondisi ini meningkatkan risiko pembentukan bekuan darah yang bisa memicu stroke.
Banyak penderita atrium fibrilasi tidak menyadari kondisinya karena gejalanya bisa samar, hanya berupa rasa berdebar atau lelah ringan.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!
-
Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini
-
IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik
-
Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada