Health / Konsultasi
Rabu, 18 Februari 2026 | 21:00 WIB
Ilustrasi Sakit Jantung (Freepik/Jcomp)
Baca 10 detik
  • Smartwatch mendeteksi potensi aritmia jantung menggunakan sensor cahaya yang membaca aliran darah pergelangan tangan.
  • Dokter menyatakan deteksi gangguan irama jantung dapat dilakukan manual dengan meraba denyut nadi di pergelangan tangan.
  • Nadi yang tidak beraturan mengindikasikan aritmia, seperti atrium fibrilasi, yang meningkatkan risiko pembentukan bekuan darah.

dr. Evan mengatakan seseorang perlu waspada saat nadi tidak beraturan atau irregular. Kondisi inilah yang disebut aritmia, yaitu gangguan irama jantung. Lalu salah satu gangguan irama yang paling sering ditemukan adalah atrium fibrilasi.

"Dan salah satu penyebab paling sering gangguan irama adalah atrium fibrilasi," jelas dr. Evan.

Atrium fibrilasi adalah kondisi ketika serambi jantung (atrium) berdenyut sangat cepat dan tidak terkoordinasi.

Akibatnya, irama jantung menjadi kacau dan tidak teratur. Kondisi ini meningkatkan risiko pembentukan bekuan darah yang bisa memicu stroke.

Banyak penderita atrium fibrilasi tidak menyadari kondisinya karena gejalanya bisa samar, hanya berupa rasa berdebar atau lelah ringan.

Load More