- Hingga akhir 2025, Palembang mencatat kasus dengue tertinggi di Sumsel, menjadikan anak sekolah kelompok paling rentan.
- Dinas Kesehatan Palembang dan FK Unsri melaksanakan pemantauan aktif vaksinasi dengue pada 7.500 siswa SD.
- Upaya ini merupakan kolaborasi lintas sektor didukung pemerintah dan swasta untuk mencapai target nol kematian dengue 2030.
Komitmen Daerah Menuju Nol Kematian Dengue
Dukungan kuat juga datang dari Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru. Ia menegaskan bahwa dengue harus dihadapi secara sistematis dan terencana.
“Dengue bukan sekadar isu musiman, melainkan tantangan kesehatan yang harus kita hadapi secara berkelanjutan dan terencana. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memiliki komitmen kuat untuk memperkuat upaya pencegahan dengue, sejalan dengan target nasional dan global menuju nol kematian akibat dengue pada 2030,” ujarnya.
Menurutnya, pengendalian vektor dan edukasi masyarakat tetap menjadi fondasi penting, namun perlu dilengkapi inovasi kesehatan berbasis bukti ilmiah. Kolaborasi antara pemerintah daerah, institusi akademik, dan mitra kesehatan menjadi cerminan komitmen bersama melindungi generasi muda.
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. dr. Mgs. Irsan Saleh, M.Biomed, menyampaikan bahwa keterlibatan perguruan tinggi merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue akan memperkuat pendidikan berbasis riset, menghasilkan bukti ilmiah untuk dasar kebijakan kesehatan, dan menjadi wujud nyata pengabdian kepada masyarakat. Kami merasa terhormat dipercaya sebagai lead inisiatif ini di Palembang,” ungkapnya.
Kolaborasi ini juga melibatkan sektor swasta. PT Takeda Innovative Medicines turut mendukung pelaksanaan pemantauan aktif di Palembang. dr. Arif Abdillah, Head of Medical Affairs PT Takeda Innovative Medicines, menegaskan pentingnya pendekatan kolaboratif.
“Tantangan dengue tidak dapat diselesaikan melalui satu pendekatan saja. Dibutuhkan kerja sama lintas sektor yang konsisten, berbasis sains, dan berorientasi pada dampak jangka panjang. Melalui kolaborasi ini, kami mendukung penguatan perlindungan kesehatan anak-anak dan memperkuat ketahanan masyarakat dari risiko dengue,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa inisiatif ini juga memberikan pemahaman yang lebih baik dalam pencegahan dengue ke depan, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Baca Juga: Tablet Samsung Galaxy Tab A9 vs Redmi Pad SE, Mana Paling Worth It Buat Anak Sekolah?
Dengan beban kasus yang tinggi dan kelompok anak usia sekolah sebagai populasi rentan, Palembang kini menjadi salah satu titik penting pembelajaran pengendalian dengue di Indonesia.
Melalui kombinasi 3M Plus, penguatan peran jumantik, inovasi teknologi, vaksinasi, serta pemantauan aktif berbasis data, langkah menuju nol kematian akibat dengue pada 2030 bukan lagi sekadar target, melainkan komitmen bersama yang terus diperjuangkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
Pilihan
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
Terkini
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin