- Pasien aritmia dapat melakukan perjalanan jauh jika kondisi jantung stabil, didukung pemeriksaan serta konsultasi dokter sebelum berangkat.
- Kepatuhan mengonsumsi obat sesuai jadwal dan membawa persediaan cadangan merupakan kunci utama meminimalkan kekambuhan gejala.
- Selama perjalanan, pasien harus menjaga hidrasi, menghindari kelelahan ekstrem, dan segera mencari bantuan medis jika gejala memburuk.
Suara.com - Mudik Lebaran selalu identik dengan perjalanan panjang, kemacetan, dan perubahan rutinitas harian. Bagi sebagian orang, ini mungkin hal biasa. Namun bagi pasien dengan gangguan irama jantung (aritmia), perjalanan jauh memerlukan perencanaan yang lebih matang agar tetap aman dan nyaman.
Menurut Dr. dr. Dicky Armein Hanafy, Sp.JP(K), Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Aritmia di Heartology Cardiovascular Hospital, pasien dengan aritmia tetap bisa bepergian, termasuk melakukan perjalanan jauh, selama kondisi jantung stabil dan terkontrol.
“Sebagian besar pasien aritmia tetap dapat melakukan perjalanan dengan aman. Namun faktor seperti kelelahan, dehidrasi, stres perjalanan, atau terlambat minum obat dapat memicu keluhan seperti jantung berdebar atau pusing,” jelas dr. Dicky.
Berbagai panduan klinis internasional juga menegaskan bahwa perjalanan jauh, termasuk penerbangan, umumnya aman bagi pasien aritmia yang stabil secara klinis, asalkan beberapa langkah pencegahan dijalankan.
1. Pastikan Kondisi Jantung Stabil Sebelum Berangkat
Sebelum berangkat mudik, pasien disarankan melakukan pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter. Evaluasi ini penting untuk memastikan:
- Kondisi jantung stabil
- Terapi dan obat-obatan sudah optimal
- Tidak ada risiko komplikasi selama perjalanan
- Persiapan ini menjadi fondasi utama agar perjalanan tetap aman.
2. Jangan Melewatkan Obat
Kepatuhan terhadap pengobatan adalah kunci bagi pasien aritmia.
Tips praktis:
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026: 287 Ribu Orang Seberangi Selat Sunda, Volume Kendaraan Melonjak Tajam
- Bawa persediaan obat cukup untuk seluruh perjalanan
- Siapkan cadangan obat jika perjalanan mengalami keterlambatan
- Konsumsi obat sesuai jadwal yang telah ditentukan dokter
- Dengan pengobatan yang teratur, risiko gejala kambuh dapat diminimalkan.
3. Hindari Kelelahan dan Kurang Tidur
Perjalanan jauh, terutama saat mudik, bisa membuat waktu istirahat berkurang. Padahal, kurang tidur dan kelelahan fisik dapat memicu aritmia.
Tips:
- Usahakan tidur cukup sebelum keberangkatan
- Jika memungkinkan, lakukan istirahat singkat selama perjalanan
- Jangan memaksakan diri jika tubuh sudah terasa lelah
4. Jaga Hidrasi dan Pola Makan
Dehidrasi dapat memperburuk kondisi jantung dan memicu denyut jantung tidak teratur.
Tips:
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
Terkini
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah
-
Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia
-
Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah
-
Time is Muscle: Pentingnya Respons Cepat saat Nyeri Dada untuk Mencegah Kerusakan Jantung