- Dr. Ray Wagiu Basrowi menyatakan keluhan lelah dan malas pada mahasiswa merupakan sinyal distress mental yang nyata.
- Mahasiswa dapat mengatasi stres melalui mekanisme coping harian atau proses penyembuhan psikologis mendalam yang disebut healing.
- FIB UI menekankan pentingnya bantuan profesional jika mahasiswa mengalami gangguan mental berkelanjutan demi menjaga kualitas kesehatan psikologis.
Kondisi itu bisa berupa sedih yang tak kunjung hilang, sulit memahami proses perkuliahaan, gangguan tidur, menarik diri, panik berulang, sampai keinginan untuk menyakiti diri sendiri. Jika kondisi tersebut terjadi, Dr. Ray menyarankan untuk meminta bantuan profesional.
“Bantuan profesional itu ingat bukan tanda lemah, tapi tanda serius kita care, dan mau merawat diri,” pungkasnya.
Dalam menggaungkan kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan mental ini Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) bersama Ikatan Alumni FIB UI (ILUNI FIB UI) menyelenggarakan Seri Kuliah Umum Alumni FIB UI (KUALI #2) bertajuk “Membangun Kesadaran Kesehatan Mental Mahasiswa dalam Perspektif Humaniora di Era Modern.
Acara ini menegaskan bahwa isu kesehatan mental mahasiswa tidak lagi dapat dipandang semata sebagai persoalan individual, tetapi merupakan isu strategis pendidikan tinggi yang menyangkut kualitas pembelajaran, ketahanan generasi muda, serta masa depan bangsa.
Dekan FIB UI Dr Untung Yuwono menekankan bahwa fakultas humaniora memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk membaca persoalan mental health secara lebih utuh.
Menurutnya, universitas tidak cukup hanya menghasilkan lulusan cerdas, tetapi juga manusia yang resilien, berempati, dan mampu hidup sehat secara psikologis.
“Karena itu, kampus humaniora harus menjadi pelopor ruang belajar yang sehat secara mental, aman secara emosional, dan kuat secara intelektual,” kata Dr Untung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional