Suara.com - Masalah gerbong khusus perempuan tengah menjadi perhatian publik setelah insiden kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di kawasan Bekasi Timur.
Dalam insiden itu, gerbong yang mengalami dampak paling parah adalah bagian paling belakang KRL yang diketahui merupakan gerbong khusus perempuan.
Peristiwa tersebut mungkin memunculkan pertanyaan besar di masyarakat: mengapa ada gerbong khusus perempuan dan kenapa posisinya justru berada di bagian belakang rangkaian? Simak penjelasan berikut ini.
Alasan Ada Gerbong Kereta Khusus Perempuan
Kenapa Ada Gerbong Kereta Khusus Perempuan?
Kebijakan menghadirkan gerbong khusus perempuan sebenarnya bukan hal baru. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia telah memperkenalkan konsep ini sejak sekitar 2010 sebagai bagian upaya meningkatkan rasa aman dan melindungi perempuan dari pelecehan seksual.
Gerbong ini biasanya ditandai dengan warna mencolok seperti pink atau merah muda, serta stiker bertuliskan "khusus wanita". Tujuannya sederhana tapi penting yakni memberikan ruang aman bagi perempuan di tengah padatnya transportasi publik.
Dalam kondisi kereta yang penuh terutama saat jam sibuk, risiko pelecehan seksual meningkat. Situasi berdesakan, minim ruang pribadi, hingga kontak fisik yang tidak diinginkan menjadi alasan utama mengapa kebijakan ini dibuat.
Data global juga memperkuat urgensi kebijakan ini. Survei yang dilakukan oleh Thomson Reuters Foundation bersama YouGov menunjukkan bahwa keamanan transportasi sangat memengaruhi mobilitas dan kualitas hidup perempuan, terutama di kota besar.
Selain itu, data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan lonjakan signifikan jumlah penumpang kereta dalam beberapa tahun terakhir. Dari sekitar 149 juta penumpang pada 2021, angka ini melonjak menjadi lebih dari 500 juta pada 2024. Lonjakan ini membuat kepadatan menjadi tantangan nyata, sehingga solusi seperti gerbong khusus perempuan dianggap relevan.
Baca Juga: Kekayaan Bos Green SM yang Taksinya Terlibat Kecelakaan Kereta di Bekasi
Kenapa Letaknya di Belakang (dan Depan)?
Penempatan gerbong khusus perempuan di ujung rangkaian baik depan maupun belakang bukan tanpa alasan. Hal ini lebih berkaitan dengan aspek operasional daripada sekadar simbolis.
Pertama, posisi di ujung memudahkan penumpang mengenali lokasi gerbong sejak kereta datang. Dengan begitu, perempuan tidak perlu mencari-cari di tengah kerumunan.
Kedua, dari sisi pengawasan, petugas lebih mudah memantau area yang terlokalisasi. Hal ini penting untuk memastikan aturan tetap dipatuhi dan mencegah pelanggaran.
Ketiga, penempatan di ujung membantu mengatur arus naik dan turun penumpang. Distribusi massa menjadi lebih merata dan tidak menumpuk di satu titik saja.
Operator seperti PT Kereta Api Indonesia juga menyebut bahwa penempatan ini mempermudah kontrol operasional tanpa harus mengubah keseluruhan sistem rangkaian kereta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring
-
Rahasia Skin Prep Jennifer Coppen Jelang Pernikahan, Kulit Glowing dari Siraman hingga Resepsi
-
House of Amartha Perusahaan Apa? Bisnis Thariq Halilintar yang Handle Pernikahan Justin Hubner
-
5 Cara Mencuci Sepatu Putih yang Menguning, Bisa Pakai Bahan-bahan di Rumah
-
Resmi Nikahi Jennifer Coppen, Justin Hubner Keturunan Mana?
-
Parfum Aroma Gourmand Itu Seperti Apa? Ini 3 Rekomendasi Produk yang Wanginya Awet
-
Kenapa Jennifer Coppen Akad Nikah Pakai Binti Ibunya? Begini Hukumnya dalam Islam
-
6 Shio Paling Beruntung Pada 14 Juni 2026, Temukan Peluang Baru di Akhir Pekan Ini