- Mayoritas masyarakat Indonesia kini rutin mengonsumsi suplemen untuk menjaga kesehatan, namun masih memiliki literasi penggunaan yang sangat rendah.
- Dr. Alex Teo menyatakan bahwa kurangnya pemahaman dosis dan interaksi suplemen dapat memicu efek samping serta membahayakan kesehatan.
- Edukasi dari tenaga medis dan ketelitian konsumen terhadap label produk diperlukan agar suplemen memberikan manfaat kesehatan yang maksimal.
“Tanpa pengetahuan yang memadai, konsumen dapat mengalami kesulitan untuk memperoleh manfaat suplementasi yang aman dan efektif, sekaligus memperkuat upaya kesehatan preventif mereka,” tambahnya.
Menariknya, kesenjangan pengetahuan ini terjadi di hampir semua kelompok usia. Bahkan kelompok yang rutin mengonsumsi suplemen setiap hari belum tentu memiliki pemahaman yang baik tentang cara penggunaannya.
Di sisi lain, generasi yang lebih muda cenderung lebih percaya diri, meskipun belum tentu sepenuhnya didukung oleh pengetahuan yang akurat. Di tengah kondisi ini, sebenarnya ada sinyal positif.
Sebagian besar masyarakat mulai menyadari bahwa mereka memiliki peran penting dalam menentukan pilihan yang tepat terkait kesehatan. Kesadaran ini menjadi modal awal yang baik, namun tetap perlu didukung dengan edukasi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
“Walaupun saat ini konsumen memiliki akses informasi yang luas, pengambilan keputusan suplemen yang tepat tetap memerlukan upaya yang tidak sedikit. Konsumen perlu membaca label dengan cermat, melakukan riset mandiri, serta mencari panduan dari sumber yang kredibel,” kata Dr. Teo.
Ia juga menambahkan pentingnya peran tenaga kesehatan dan penyedia suplemen dalam memberikan edukasi yang tepat. Konsumen tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri dalam memahami kompleksitas dunia suplementasi.
Dukungan dari dokter, ahli gizi, serta transparansi dari produsen menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem kesehatan yang lebih aman.
Pada akhirnya, tren konsumsi suplemen memang mencerminkan perubahan positif dalam cara pandang masyarakat terhadap kesehatan.
Namun, tanpa diimbangi dengan pemahaman yang benar, tren ini justru bisa menjadi bumerang. Suplemen seharusnya menjadi alat bantu untuk mencapai kesehatan yang lebih baik, bukan sekadar pelengkap gaya hidup.
Baca Juga: Wamendagri Wiyagus Tekankan Pemerintah Berikan Perhatian Serius Tangani Masalah Kesehatan Papua
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak
-
Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua
-
Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat
-
Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?
-
Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty
-
Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit
-
Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah