- Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan 21 RSUD yang telah ditingkatkan kualitasnya di seluruh Indonesia pada Mei 2026.
- Program ini bertujuan memeratakan akses layanan spesialis serta mengurangi biaya rujukan bagi masyarakat di daerah tertinggal dan terpencil.
- Pemerintah menargetkan peningkatan status 66 rumah sakit hingga 2027 untuk menyerap tenaga kerja dan memperbaiki fasilitas kesehatan daerah.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan 21 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang telah ditingkatkan kualitasnya pada Mei 2026.
Program ini ditujukan untuk memangkas ketergantungan rujukan pasien ke kota besar sekaligus memperluas akses layanan spesialis di daerah.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan peningkatan 21 RSUD tersebut merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di sektor kesehatan, dengan fokus menaikkan status rumah sakit tipe D dan D pratama menjadi tipe C.
"21 rumah sakit telah siap untuk diresmikan oleh Bapak Presiden, yang direncanakan pada bulan Mei 2026," kata Qodari dalam konferensi pers di kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Dengan peningkatan ini, RSUD akan dilengkapi layanan spesialis dasar serta kapasitas pelayanan yang lebih besar.
Tujuh dokter spesialis dasar yang disiapkan mencakup dokter anak, bedah, anestesi, penyakit dalam, obgyn, radiologi, dan patologi klinik.
Selain tenaga medis, fasilitas rumah sakit juga ditingkatkan, mulai dari ruang operasi, layanan rawat jalan dan rawat inap, hingga radiologi dan farmasi.
Qodari menjelaskan program ini difokuskan pada wilayah daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK), agar masyarakat tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan spesialistik.
"Ini artinya, masyarakat di daerah-daerah tersebut tidak perlu lagi bepergian jauh hanya untuk mendapatkan layanan spesialistik," katanya.
Baca Juga: Wamendagri Wiyagus Tekankan Pemerintah Berikan Perhatian Serius Tangani Masalah Kesehatan Papua
Target 66 RSUD
Secara keseluruhan, 21 RSUD tersebut merupakan bagian dari target 66 rumah sakit yang akan ditingkatkan kelasnya sepanjang 2025 hingga 2027. Rinciannya, 22 RSUD pada 2025, 20 RSUD pada 2026, dan 24 RSUD pada 2027.
Selain meningkatkan akses layanan kesehatan, program ini juga diproyeksikan memberi dampak ekonomi signifikan.
Peningkatan 66 RSUD diperkirakan mampu menyerap sekitar 20.000 hingga 33.000 tenaga kerja, dengan kebutuhan rata-rata 300 hingga 500 tenaga per rumah sakit.
Di sisi lain, beban biaya masyarakat juga diharapkan berkurang. Selama ini, pasien dari wilayah DTPK harus mengeluarkan biaya transportasi tinggi untuk dirujuk ke rumah sakit besar di kota.
"Biaya transportasi untuk pasien dari DTPK yang harus dirujuk ke RS besar di kota dapat mencapai Rp2 hingga Rp10 juta per kunjungan, belum termasuk biaya akomodasi dan hilangnya pendapatan selama tidak bisa bekerja. Dengan tersedianya RSUD berkualitas di dekat tempat tinggal mereka, beban ini dapat berkurang secara signifikan," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Kanselir Jerman: Iran Sedang Mempermalukan Amerika Serikat
-
Tragis Penjual Kartu Pokemon di Chile Dibunuh, Koleksi Mahal Jadi Motif
-
Terkuak di Sidang! Intel BAIS Lacak Aktivis KontraS Andrie Yunus Lewat Google hingga Aksi Kamisan
-
KAI Minta Warga Setop Bikin Perlintasan Liar: Bahayakan Masinis dan Pengguna Jalan
-
Terkuak di Sidang, Cara 4 Intel TNI Intai Andrie Yunus Sebelum Siram Air Keras
-
20 Tahun Tewas Misterius, Pembunuh Sadis Mayat Perempuan Prancis dalam Tong Air Ditangkap
-
Mahfud MD Sebut Ceramah JK di UGM 'Dimutilasi': Bahaya, Mengadu Domba Umat Beragama
-
Polda Riau Jadi yang Terbaik dalam Kelola Anggaran Polri, Ini Rahasianya
-
Terencana dan Sadis, Andrie Yunus Disiram Pakai Campuran Air Aki dan Cairan Pembersih Karat
-
Dua Hari Stasiun Bekasi Timur Lumpuh, Pedagang Kecil Terpukul: Masak Sedikit Aja, Nggak Ada Orang