- Sama-sama demam dan batuk, penting mengetahui cara membedakan infeksi hantavirus dan flu
- Hantavirus menyebar melalui kontak dengan kotoran tikus, sedangkan influenza menular antarmanusia lewat percikan batuk atau bersin.
- Infeksi hantavirus lebih berisiko ketimbang flu, karena bisa menyebabkan gagal napas serta gangguan ginjal.
Suara.com - Munculnya penyakit yang disebabkan oleh hantavirus baru-baru ini menyita atensi dunia. Banyak orang mengira gejalanya mirip flu biasa karena sama-sama menimbulkan demam, nyeri tubuh, dan lemas.
Padahal, hantavirus dan flu memiliki penyebab, gejala, cara penularan, hingga tingkat risiko yang berbeda. Hal ini penting diketahui sebagai langkah preventif untuk menjaga kesehatan.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), hantavirus merupakan kelompok virus yang ditularkan terutama melalui tikus dan hewan pengerat lain. Sementara flu atau influenza disebabkan oleh virus influenza yang menyebar antarmanusia lewat percikan batuk dan bersin.
Untuk lebih jelasnya, simak perbedaan hantavirus dan flu berikut ini.
Apa Itu Hantavirus?
Hantavirus adalah virus yang dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia, salah satunya Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). CDC menjelaskan bahwa manusia bisa tertular ketika menghirup partikel udara yang terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi.
Berbeda dengan flu, hantavirus tidak menular dari kontak biasa antar manusia pada sebagian besar kasus. Virus ini masuk ke tubuh manusia saat partikel dari kotoran tikus tersebut terbang di udara dan terhirup oleh manusia, atau melalui gigitan.
Kasus hantavirus tergolong jarang, tetapi dapat berakibat fatal bila tidak ditangani cepat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut beberapa jenis hantavirus juga dapat memicu gangguan ginjal yang dikenal sebagai Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).
Perbedaan Hantavirus dan Flu
Meskipun sama-sama menyerang sistem pernapasan, Hantavirus dan influenza memiliki perbedaan fundamental, mulai dari penyebab hingga tingkat fatalitasnya. Ada sejumlah perbedaan mendasar antara hantavirus dan flu yang perlu diketahui.
1. Penyebab Penyakit
Baca Juga: AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus
Flu disebabkan virus influenza tipe A, B, atau C. Penyakit ini umum terjadi dan mudah menular antarmanusia. Sementara hantavirus berasal dari paparan hewan pengerat yang membawa virus.
2. Cara Penularan
Flu menyebar lewat droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Sedangkan hantavirus biasanya menular melalui udara yang tercemar kotoran tikus, terutama di ruangan tertutup yang jarang dibersihkan.
3. Tingkat Keparahan
Flu umumnya dapat sembuh dalam beberapa hari hingga dua minggu. Namun pada kelompok rentan, flu tetap bisa berbahaya.
Hantavirus cenderung lebih serius karena dapat menyebabkan gangguan paru-paru dan gagal napas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!