-
Amerika Serikat mengevakuasi 17 warganya dari kapal pesiar MV Hondius karena wabah hantavirus.
-
Penumpang kapal pesiar akan menjalani karantina ketat di Universitas Nebraska setelah evakuasi medis.
-
Wabah hantavirus di kapal pesiar ini telah menyebabkan tiga orang meninggal dunia di Atlantik.
Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah drastis dengan mengirimkan pesawat charter khusus untuk mengevakuasi warganya dari kapal pesiar MV Hondius.
Langkah ini diambil setelah wabah hantavirus yang melanda kapal tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan melukai beberapa lainnya.
Dikutip dari BBC, evakuasi udara ini menjadi jawaban atas kekhawatiran penyebaran virus yang kini mulai dipantau ketat di enam negara bagian Amerika.
Tim ahli kesehatan dari CDC kini telah dikerahkan ke Kepulauan Canary untuk mengawal kepulangan para penumpang tersebut.
Prosedur pemulangan ini menggunakan protokol medis ketat demi mencegah masuknya patogen berbahaya ke wilayah domestik Amerika Serikat.
Seluruh penumpang asal Amerika Serikat dijadwalkan akan menjalani masa isolasi wajib di pusat karantina Universitas Nebraska.
Pesawat medis pemerintah akan mendarat di pangkalan angkatan udara di Omaha sebelum para penumpang dipindahkan ke fasilitas isolasi.
"Prioritas utama pemerintah AS adalah repatriasi yang aman bagi penumpang Amerika," kata CDC dalam sebuah pernyataan.
Saat ini tercatat ada 17 warga negara Amerika Serikat yang masih berada di dalam kapal pesiar mewah tersebut.
Baca Juga: Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia
Pihak operator, Oceanwide Expeditions, menyatakan kapal sedang menuju Kepulauan Canary setelah berangkat dari Argentina pada awal April.
Departemen kesehatan di Georgia, Texas, Virginia, Arizona, dan California kini tengah mengawasi ketat sejumlah penumpang yang telah pulang lebih dulu.
Gubernur New Jersey, Mikie Sherrill, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai kemungkinan paparan virus pada warga yang sempat satu pesawat dengan pasien.
"Departemen Luar Negeri memimpin respons terkoordinasi seluruh pemerintah termasuk kontak langsung dengan penumpang, koordinasi diplomatik, dan keterlibatan dengan otoritas kesehatan domestik dan internasional," kata CDC.
Hingga saat ini otoritas kesehatan baru mengonfirmasi lima dari delapan kasus yang diduga kuat sebagai infeksi hantavirus.
Presiden Donald Trump menyatakan harapannya agar situasi ini tetap berada dalam kendali penuh otoritas terkait.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung