- Hantavirus sudah ditemukan di Indonesia sejak puluhan tahun lalu.
- Kemenkes mencatat 23 kasus HFRS pada 2024-2026 tanpa kasus HPS.
- Virus ini lebih sering menular lewat kotoran dan urin tikus yang terhirup manusia.
Penularan Hantavirus Berasal dari Tikus
Hantavirus lebih sering menyebar melalui paparan kotoran tikus. Virus dapat masuk ke tubuh lewat udara yang tercemar partikel urin, feses, atau air liur tikus.
Seseorang juga bisa tertular saat menyentuh permukaan yang terkontaminasi lalu memegang area wajah atau luka terbuka.
Oleh karena itu, membersihkan area penuh debu dan kotoran tikus tanpa perlindungan bisa menjadi risiko tersendiri.
Penularan tidak selalu terjadi karena gigitan tikus. Menghirup debu yang tercemar saja sudah cukup meningkatkan risiko infeksi.
Jenis Penyakit yang Disebabkan Hantavirus
Hantavirus memiliki dua bentuk penyakit utama yang sama-sama berbahaya.
1. Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)
Jenis ini lebih banyak ditemukan di Asia dan Eropa. HFRS dapat menyerang ginjal dan pembuluh darah sehingga memicu demam, perdarahan, hingga gagal ginjal.
2. Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)
HPS lebih sering ditemukan di kawasan Amerika. Penyakit ini menyerang paru-paru dan bisa menyebabkan sesak napas berat sampai gagal napas akut.
Baca Juga: 18 Bank di Indonesia Masuk Daftar Terbaik Dunia 2026, Siapa Paling Unggul?
Pada beberapa jenis virus, angka kematian atau case fatality rate (CFR) dapat mencapai sekitar 50 persen. Karena itu, hantavirus tidak bisa dianggap sepele.
Risiko Hantavirus di Kota Besar
Hantavirus tidak hanya ditemukan di daerah terpencil. Penelitian di Indonesia menunjukkan keberadaan virus ini juga terdeteksi di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, dan Denpasar.
Kepadatan penduduk, sanitasi buruk, serta pengelolaan sampah yang kurang baik menjadi faktor yang mendukung berkembangnya populasi tikus di perkotaan.
Semakin banyak tikus yang hidup dekat manusia, maka peluang penularan virus juga meningkat.
Cara Mencegah Hantavirus
Lantaran belum ada vaksin yang digunakan secara luas, pencegahan menjadi langkah paling penting untuk mengurangi risiko hantavirus.
Beberapa upaya yang bisa dilakukan antara lain sebagai berikut.
Berita Terkait
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya
-
Beda Dari Covid dan Influenza, Ini Kata WHO Tentang Penularan Hantavirus
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat
-
AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut
-
15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak