Pemerintah Inggris menetapkan Rumah Sakit Arrowe Park di Wirral sebagai zona isolasi bagi puluhan warga yang dievakuasi dari kapal pesiar MV Hondius.
Suara.com - Langkah darurat ini diambil setelah munculnya wabah hantavirus mematikan yang menewaskan tiga orang selama pelayaran kapal milik operator Belanda tersebut.
Dikutip dari BBC, petugas medis bersiap melakukan penyaringan kesehatan berlapis guna memastikan virus ini tidak merembet ke populasi umum saat repatriasi dilakukan.
Situs karantina ini sebelumnya memiliki rekam jejak vital sebagai pusat penanganan pertama saat pandemi Covid-19 mulai melanda dunia pada 2020.
Kini fasilitas di Merseyside tersebut kembali diaktifkan untuk mengawasi ketat masa inkubasi virus yang disebarkan melalui hewan pengerat itu.
Pihak operator Oceanwide Expeditions mengonfirmasi bahwa kapal dijadwalkan bersandar di Kepulauan Canary untuk memulai proses penurunan penumpang.
Sebanyak 22 warga Inggris yang tersisa di atas kapal akan langsung diterbangkan menuju tanah air menggunakan pesawat carter khusus.
Tim dari Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) akan melakukan pemeriksaan diagnostik menyeluruh sebelum para penumpang diperbolehkan meninggalkan area pelabuhan.
Penumpang yang dinyatakan negatif dan tidak menunjukkan gejala fisik akan didampingi tenaga medis profesional selama perjalanan udara menuju lokasi isolasi.
Baca Juga: AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar
Hingga saat ini, tercatat ada lima kasus terkonfirmasi hantavirus yang telah diidentifikasi oleh otoritas kesehatan internasional di atas kapal tersebut.
Sebuah pernyataan bersama telah dikeluarkan oleh NHS England North West, NHS Cheshire and Merseyside Integrated Care Board, Kepolisian Merseyside, Layanan Ambulans North West, dan Dewan Wirral.
"Organisasi di seluruh Cheshire dan Merseyside bekerja sama erat dengan kolega dari UKHSA dan badan pemerintah lainnya untuk mendukung pemulangan penumpang dari MV Hondius."
"Sesuai dengan saran dari UKHSA, setibanya di sana mereka akan dibawa ke tempat yang dikelola untuk penilaian klinis dan pengujian."
"Kami memperkirakan masa tinggal awal ini akan memakan waktu hingga 72 jam."
"Setelah ini, spesialis kesehatan masyarakat akan menilai apakah mereka dapat mengisolasi diri di rumah atau di lokasi lain yang sesuai, berdasarkan pengaturan tempat tinggal mereka."
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard