- Hantavirus di Indonesia ditularkan melalui berbagai jenis tikus yang hidup di permukiman, perkebunan, dan area pertanian.
- Penularan kepada manusia terjadi saat menghirup partikel virus dari urine, kotoran, atau air liur tikus yang mengering.
- Pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan serta membatasi akses tikus agar risiko paparan virus dapat diminimalkan.
Suara.com - Hantavirus menjadi salah satu penyakit zoonotik yang perlu diwaspadai masyarakat Indonesia. Penyakit ini ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus, yang hidup dekat dengan manusia. Karena itu, penting mengetahui jenis tikus penyebab hantavirus agar risiko penularan bisa diminimalkan.
Berdasarkan penjelasan Badan Kebijakan Kementerian Kesehatan, virus hantavirus yang paling sering ditemukan di Indonesia adalah Seoul virus (SEOV). Virus ini menyebar melalui tikus rumah dan tikus got yang banyak hidup di lingkungan permukiman.
Di Indonesia, hantavirus tidak hanya ditemukan di wilayah terpencil, tetapi juga di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, hingga Denpasar. Bahkan sejumlah penelitian menemukan kasus pada pasien rumah sakit di beberapa daerah perkotaan.
Jenis Tikus Penyebab Hantavirus
Berikut beberapa jenis tikus yang diketahui menjadi reservoir atau pembawa hantavirus di Indonesia:
1. Tikus Rumah (Rattus tanezumi)
Tikus rumah menjadi salah satu reservoir utama hantavirus di lingkungan domestik. Hewan ini banyak ditemukan di dalam rumah, gudang, maupun area permukiman padat penduduk.
Penelitian menyebut Rattus tanezumi berkaitan dengan penularan hantavirus baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan. Karena hidup sangat dekat dengan manusia, risiko penyebaran virus dari tikus ini cukup tinggi.
Penularan dapat terjadi melalui urine, air liur, maupun kotoran tikus yang terhirup manusia dalam bentuk partikel udara.
2. Tikus Got (Rattus norvegicus)
Jenis tikus penyebab hantavirus berikutnya adalah tikus got atau Rattus norvegicus. Tikus ini dikenal sebagai inang alami Seoul virus (SEOV), salah satu jenis hantavirus penyebab HFRS atau Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome.
Tikus got umumnya hidup di saluran air, selokan, tempat sampah, hingga area perkotaan yang lembap dan kotor. Karena populasinya tinggi di kota besar, risiko penularan hantavirus juga meningkat.
Baca Juga: Muncul 4 Kasus Hantavirus di Jakarta, Dinkes Beberkan Sumber Penularannya
3. Tikus Kebun (Rattus exulans)
Tikus kebun atau Rattus exulans termasuk tikus peridomestik yang menjadi reservoir potensial hantavirus. Tikus jenis ini banyak ditemukan di kebun, lahan pertanian, dan sekitar pekarangan rumah.
Keberadaan tikus peridomestik di sekitar hunian disebut menjadi salah satu faktor risiko penularan hantavirus kepada manusia.
4. Tikus Sawah (Rattus argentiventer)
Menurut penelitian tahun 2017 oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit Salatiga, Rattus argentiventer juga dilaporkan sebagai reservoir hantavirus baru di Indonesia.
Tikus sawah ini banyak ditemukan di area pertanian dan sering bersentuhan dengan aktivitas manusia, terutama petani.
5. Rattus tiomanicus
Jenis tikus lain yang dilaporkan menjadi reservoir hantavirus adalah Rattus tiomanicus. Tikus ini banyak ditemukan di area perkebunan dan wilayah semi-liar yang masih berdekatan dengan permukiman.
6. Bandicota indica
Bandicota indica atau tikus besar sawah juga termasuk reservoir potensial hantavirus di Indonesia. Hewan ini umumnya hidup di lahan pertanian dan area terbuka yang dekat dengan aktivitas manusia.
Berita Terkait
-
Muncul 4 Kasus Hantavirus di Jakarta, Dinkes Beberkan Sumber Penularannya
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya
-
Beda Dari Covid dan Influenza, Ini Kata WHO Tentang Penularan Hantavirus
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut
-
15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial