- Hantavirus di Indonesia ditularkan melalui berbagai jenis tikus yang hidup di permukiman, perkebunan, dan area pertanian.
- Penularan kepada manusia terjadi saat menghirup partikel virus dari urine, kotoran, atau air liur tikus yang mengering.
- Pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan serta membatasi akses tikus agar risiko paparan virus dapat diminimalkan.
7. Maxomys surifer
Dalam penelitian yang sama, Maxomys surifer turut dilaporkan sebagai reservoir hantavirus baru di Indonesia. Tikus ini lebih sering ditemukan di area semak atau hutan sekunder yang berdekatan dengan lingkungan manusia.
Bagaimana Hantavirus Menular?
Hantavirus tidak menular langsung dari gigitan tikus saja. Penularan paling sering terjadi ketika manusia menghirup partikel virus dari urine, kotoran, atau air liur tikus yang mengering dan bercampur dengan debu.
Selain itu, penularan juga bisa terjadi melalui:
- Menyentuh permukaan yang terkontaminasi lalu memegang hidung atau mulut
- Mengonsumsi makanan yang terpapar kotoran tikus
- Gigitan tikus, meski kasusnya lebih jarang
Cara Mencegah Penularan Hantavirus
Untuk mengurangi risiko hantavirus, masyarakat perlu menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan populasi tikus di sekitar rumah. Berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:
- Menutup akses masuk tikus ke rumah
- Menyimpan makanan dalam wadah tertutup
- Membersihkan gudang atau area lembap menggunakan masker dan sarung tangan
- Tidak menyapu kotoran tikus dalam keadaan kering karena dapat menyebarkan partikel virus ke udara
- Membuang sampah secara rutin
- Membersihkan saluran air dan lingkungan sekitar rumah
Karena banyak jenis tikus penyebab hantavirus hidup sangat dekat dengan manusia, kewaspadaan terhadap kebersihan lingkungan menjadi langkah penting untuk mencegah penularan penyakit ini.
Berita Terkait
-
Muncul 4 Kasus Hantavirus di Jakarta, Dinkes Beberkan Sumber Penularannya
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya
-
Beda Dari Covid dan Influenza, Ini Kata WHO Tentang Penularan Hantavirus
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut
-
15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial