-
Hantavirus dan Corona memiliki gejala awal serupa seperti flu dan demam.
-
Hantavirus menular melalui hewan pengerat, sedangkan Corona menular antarmanusia lewat droplet.
-
Belum tersedia vaksin khusus Hantavirus, berbeda dengan Corona yang sudah ada vaksinnya.
Pada HFRS, stadium lanjut dapat mencakup tekanan darah rendah, gangguan pembekuan darah, dan gagal ginjal.
Diagnosa
WHO menjelaskan bahwa diagnosis dini infeksi Hantavirus bisa jadi sulit karena gejala awalnya mirip dengan penyakit demam atau pernapasan lainnya, seperti influenza (flu), COVID-19, pneumonia virus, leptospirosis, demam berdarah, atau sepsis.
Oleh karena itu, riwayat pasien yang cermat sangat penting, dengan perhatian khusus pada kemungkinan paparan hewan pengerat, risiko pekerjaan dan lingkungan, riwayat perjalanan, dan kontak dengan kasus yang diketahui di daerah tempat hantavirus berada.
Secara klinis, kepastian infeksi diperoleh melalui uji laboratorium, baik melalui metode serologis untuk mendeteksi antibodi IgM dan IgG maupun teknik molekuler seperti RT-PCR guna mengidentifikasi RNA virus selama fase akut.
Mengingat potensi bahaya biologis yang terkandung dalam spesimen pasien, seluruh proses pengujian terhadap sampel yang belum diinaktivasi wajib dilakukan di fasilitas dengan standar keamanan biologis maksimal.
Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
Meskipun gejala awalnya sama-sama menyerupai flu (flu-like symptoms), Hantavirus dan Coronavirus (Covid-19) memiliki perbedaan mendasar dalam hal cara penularan, tingkat bahaya, dan sumber penyebarannya. Berikut sejumlah perbedaan Hantavirus vs Corona:
Sumber Penularan
Baca Juga: Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat
Sumber utama penyebaran Hantavirus adalah hewan pengerat, terutama tikus. Covid-19 mempunyai penularan dari manusia ke manusia. Awal mula penularan Corona sendiri dari hewan/zoonosis.
Cara Penularan
Corona menyebar sangat mudah dari satu orang ke orang lain melalui udara, kontak dekat, atau benda yang terkontaminasi droplet orang yang terinfeksi.
Hantavirus tidak dianggap menular antar manusia (kecuali kasus sangat langka pada jenis Andes virus di Amerika Selatan).
Penularan Hantavirus ke manusia terjadi melalui kontak dengan urin, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi dan terkontaminasi. Infeksi juga dapat terjadi, meskipun lebih jarang, melalui gigitan hewan pengerat
Kecepatan Penyebaran (Endemi vs Pandemi)
Hantavirus bersifat sporadis atau lokal (endemi). Kasusnya cenderung muncul hanya di area yang populasinya memiliki kontak tinggi dengan hewan pengerat atau lingkungan yang kurang bersih.
Coronavirus memiliki kemampuan untuk menyebabkan pandemi global karena kecepatan penularannya yang masif antar manusia.
Tingkat Bahaya
Hantavirus, terutama varian HPS, dapat menyebabkan gagal napas dalam waktu singkat dengan risiko kematian yang sangat tinggi jika tidak mendapatkan bantuan oksigen intensif.
Sebagian besar kasus Coronavirus menunjukkan gejala ringan atau sedang, meskipun tetap berisiko bagi kelompok rentan (lansia atau penderita komorbid).
Vaksinasi dan Pengobatan
Saat ini sudah tersedia berbagai jenis vaksin Coronavirus dan protokol pengobatan antivirus yang mapan di seluruh dunia.
Berbanding 180 derajat, sekarang belum ada vaksin yang disetujui secara luas untuk Hantavirus.
Belum ada pula obat antivirus khusus yang benar-benar efektif. Penanganan medis berfokus pada perawatan suportif (membantu pernapasan atau fungsi ginjal).
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!