- BBKK Soekarno-Hatta memperketat pengawasan pelaku perjalanan dari Amerika Serikat, Argentina, Uruguay, dan Panama guna mencegah penyebaran Hantavirus.
- Langkah antisipatif ini diterapkan setelah WHO melaporkan kematian penumpang kapal pesiar akibat penularan Hantavirus di negara-negara tersebut.
- Petugas memeriksa deklarasi kesehatan digital, suhu tubuh, serta menyiapkan jalur evakuasi khusus bagi penumpang yang menunjukkan gejala penyakit.
Suara.com - Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Internasional Soekarno-Hatta memperketat pengawasan terhadap pelaku perjalanan udara yang datang dari empat negara menyusul adanya ancaman penyebaran Hantavirus.
Kepala BBKK Bandara Soekarno-Hatta, Naning Nugrahini, mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan terhadap negara-negara yang telah teridentifikasi memiliki kasus virus Hanta.
"Jadi kami melakukan pengetatan pengawasan terhadap negara-negara yang sudah menemukan atau teridentifikasi ada virus Hanta," kata Naning di Tangerang, Selasa.
Empat negara yang menjadi fokus pengawasan yakni Amerika Serikat, Argentina, Uruguay, dan Panama. Pengawasan diperketat terutama terhadap penerbangan langsung menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Menurut Naning, langkah antisipatif itu diambil setelah adanya laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait tiga penumpang kapal pesiar yang meninggal dunia akibat Hantavirus.
"Jadi itu ada empat negara yang kami melakukan pengetatan ekstra kalau ada flight yang direct ke Soekarno-Hatta. Tapi tidak menutup kemungkinan nanti kalau ada yang baru, tentunya kami akan menambahkan ataupun mengoreksi gitu," ujarnya.
BBKK Soetta kini kembali menerapkan sejumlah standar kesehatan terhadap penumpang internasional yang tiba di Indonesia. Pemeriksaan dilakukan mulai dari pengisian deklarasi kesehatan melalui aplikasi Satu Sehat hingga pemantauan kondisi fisik penumpang.
"Kami di Soekarno-Hatta sudah melakukan kesiapsiagaan. Yang pertama adalah melalui isian deklarasi kesehatan di aplikasi Satu Sehat. Dari situ kita nanti akan tahu risiko daripada pesawat itu, ada orang berisiko atau tidak. Yang kedua, begitu turun, itu ada pengamatan tanda dan gejala melalui thermal scanner dan observasi visual," jelasnya.
Selain itu, pihak bandara juga menyiapkan jalur evaluasi khusus bagi penumpang yang terindikasi membawa penyakit menular. Jika ditemukan kasus mencurigakan, penanganan lanjutan akan segera dilakukan oleh petugas kesehatan.
Baca Juga: Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
"Kemudian kami juga punya namanya ambulans khusus penyakit menular. Karena orang yang kita bawa ini, yang mau kita rujuk ini adalah orang dengan penyakit menular," ucapnya.
Naning turut mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan selama bepergian. Ia menegaskan penularan Hantavirus dapat terjadi melalui urin, air liur, maupun kontaminasi dari tikus.
"Yang jelas untuk mencegah penularan kasus ini adalah dengan menjaga protokol kesehatan dan penguatan imun tubuh," kata dia.
Berita Terkait
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
Muncul 4 Kasus Hantavirus di Jakarta, Dinkes Beberkan Sumber Penularannya
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Fraksi Gerindra DPR: Juri LCC Empat Pilar Harus Minta Maaf ke Ocha
-
Bongkar Skandal Kuota Haji: KPK Endus Aliran Dana Rahasia dari Travel ke Oknum Kemenag!
-
Greenpeace Desak ASEAN Segera Atasi Krisis Plastik dan Bahan Bakar Fosil
-
AHY Tegur Keras Pejabat yang 'Ngeloyor' Pergi saat Dirinya Berbicara: 'Anda Dengarkan Saya Dulu!
-
Pastor Bethlehem Bongkar Ancaman Israel: Umat Kristen Palestina Akan Dibinasakan pada 2050
-
Beijing Kirim Pesan Keras ke Indonesia dan Negara-negara ASEAN soal Laut China Selatan
-
Dinsos Sleman: Asesmen Ketat Menanti Orang Tua yang Ingin Jemput Bayi di Penitipan Ilegal
-
Dorong Produktivitas Masyarakat, Pemerintah Perluas Digitalisasi Bansos
-
Tinjau Polresta Kupang, Wamen PANRB: Respons Cepat Polisi Mampu Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat
-
Asap Kebakaran Kalideres Diduga Mengandung Gas Beracun, Damkar Kerahkan Robot Pemadam