Health / Konsultasi
Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB
Ilustrasi tikus. Hewan pengerat diketahui merupakan pembawa Hantavirus. (Pixabay/ Alexa)
Baca 10 detik
  • Hantavirus dan Corona memiliki gejala awal serupa seperti flu dan demam.

  • Hantavirus menular melalui hewan pengerat, sedangkan Corona menular antarmanusia lewat droplet.

  • Belum tersedia vaksin khusus Hantavirus, berbeda dengan Corona yang sudah ada vaksinnya.

Suara.com - Hantavirus menuai perhatian masyarakat global dalam beberapa hari terakhir. Salah satu gejala awal Hantavirus ternyata mirip penyakit flu.

Di sisi lain, Covid-19 atau (Corona Virus Disease 2019) juga mempunyai gejala mirip flu biasa, yang meliputi demam, batuk kering, kelelahan, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan hidung tersumbat.

Varian seperti Omicron bahkan cenderung menunjukkan gejala ringan yang menyerupai flu.

Ternyata terdapat perbedaan mendasar antara Hantavirus dan Corona.

Sebelum membahas perbedaan, kita diharapkan mengetahui penyebab serta asal-usul kedua virus tersebut.

Secara alami, Hantavirus ditemukan pada hewan pengerat. Tikus merupakan hewan yang dikenal membawa virus tersebut.

Setiap hantavirus dibawa oleh satu spesies hewan pengerat dan setiap hewan pengerat yang membawa hantavirus membawa satu spesies Hantavirus.

Covid-19 sendiri disebabkan oleh SARS-CoV-2, salah satu jenis Coronavirus.

Journal of Medical Virology menerbitkan laporan analisis genom yang menjelaskan bahwa ular di wilayah Wuhan adalah "reservoir hewan liar yang paling mungkin" untuk virus Corona ini.

Baca Juga: Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat

Laporan lain mengaitkannya dengan ular serta kelelawar. Kemenkes mengimbau masyarakat tak perlu panik mengingat Hantavirus di Indonesia berbeda dengan Hantavirus 'viral' yang ada di kapal pesiar MV Hondius.

Meski begitu, masyarakat diimbau menjaga kebersihan karena tikus dapat membawa virus tersebut ke manusia.

Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius merupakan tipe Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).

Kasus Hantavirus di Indonesia telah ditemukan sejak 1991, dan termasuk tipe Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).

Mengutip Harvard Health dan laman resmi WHO, gejala Hantavirus pada manusia muncul antara satu hingga delapan minggu setelah terpapar.

Pada HPS, penyakit ini dapat berkembang dengan cepat menjadi batuk, sesak napas, penumpukan cairan di paru-paru, dan syok.

Load More