- Ayu Aulia klarifikasi bahwa pengangkatan rahim disebabkan oleh tumor rahim ganas.
- Aborsi berulang dapat meningkatkan risiko pengembangan fibroid atau tumor rahim jinak.
- Prosedur histerektomi dilakukan untuk mencegah penyebaran sel kanker ke organ lain.
Suara.com - Ayu Aulia tengah membuat geger publik lewat pengakuannya yang pernah menjalin hubungan dengan seorang bupati berinisial R sampai hamil dan kehilangan rahimnya akibat aborsi.
Namun ketika skandal masa lalunya itu menjadi perbincangan, Ayu Aulia memperjelas bahwa penyebab kehilangan rahim bukan cuma karena aborsi melainkan dirinya terkena tumor rahim berulang kali.
Karena tumornya terus tumbuh dan menjadi lebih ganas meskipun sudah pernah dioperasi, Ayu Aulia mengatakan dirinya harus menjalani operasi pengangkatan rahim.
Hal ini membuatnya sangat terpukul karena ia dipastikan tidak bisa lagi hamil dan melahirkan anak.
"Bukan cuma karena aborsi, tapi karena tumor yang ada di rahim saya. Ternyata tumornya datang kembali dan ganas. Ya Allah aku capek!" tulis Ayu Aulia dalam unggahan Instagram Story miliknya pada Selasa 12 Mei 2026.
Lantas, benarkah tindakan aborsi bisa memicu tumbuhnya tumor ganas hingga rahim harus diangkat? Simak penjelasan medisnya berikut ini.
Hubungan Aborsi dan Tumor Rahim
Secara medis dilansir dari laman Georgia Endovascular, melakukan aborsi satu kali sebenarnya tidak secara langsung menyebabkan tumor rahim, baik itu tumor jinak (miom) maupun tumor ganas (kanker).
Berikut beberapa fakta kesehatan yang perlu dipahami:
Baca Juga: HP Gaming Lenovo Legion Y70 2026 Terlihat di Geekbench, Baterai Diklaim Tahan 19 Jam
1. Aborsi Berulang Jadi Risiko
Meskipun satu kali aborsi dianggap tidak memicu tumor, beberapa studi menunjukkan bahwa tindakan aborsi yang disengaja dan dilakukan secara berulang kali dapat meningkatkan risiko pengembangan fibroid rahim jinak (leiomioma).
2. Pengaruh Obat Aborsi
Penggunaan obat-obatan tertentu seperti mifepristone jika digunakan secara sering dan tidak sesuai prosedur, diduga memiliki korelasi dengan peningkatan risiko pembentukan miom pada kelompok usia tertentu.
3. Risiko Aborsi Ilegal
Komplikasi terbesar muncul dari aborsi ilegal yang dilakukan oleh tenaga non-medis. Hal ini bisa memicu infeksi panggul kronis atau peradangan hebat yang merusak organ reproduksi.
Kenapa Rahim Harus Diangkat?
Pengangkatan rahim atau histerektomi biasanya merupakan pilihan terakhir yang diambil dokter. Dalam kasus yang dialami Ayu Aulia, ia menyebut tumornya kembali tumbuh dan bersifat ganas.
Berikut adalah kondisi medis yang mengharuskan rahim diangkat:
- Tumor Ganas (Kanker): Jika sel tumor sudah menjadi kanker (kanker rahim atau serviks), rahim harus diangkat untuk mencegah penyebaran sel kanker ke organ tubuh lainnya.
- Miom atau Fibroid yang Parah: Jika tumor jinak tumbuh dalam jumlah banyak, berukuran sangat besar, atau menyebabkan pendarahan hebat yang membahayakan nyawa pasien.
- Endometriosis Berat: Kondisi di mana jaringan rahim tumbuh di luar rahim dan menyebabkan nyeri luar biasa serta kerusakan organ.
Berita Terkait
-
Netizen Tagih Maaf Personal Juri LCC Kalbar, Pimpinan MPR: Institusi Sudah Mewakili
-
MPR Pastikan Lomba Ulang LCC Kalbar Gunakan Juri Independen dari Akademisi
-
Harta Kekayaan Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Ayah Bupati Bintan Roby Kurniawan
-
Bupati Bintan Roby Kurniawan Anak Siapa? Sedang Dikaitkan dengan Ayu Aulia
-
Aset Tanah hingga Mobil Roby Kurniawan, Bupati Bintan Ramai Dikaitkan dengan Ayu Aulia
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!