Health / Konsultasi
Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB
RS Atma Jaya meluncurkan layanan hematologi dan onkologi terpadu. (Dok. Ist)
Baca 10 detik
  • Rumah Sakit Atma Jaya meluncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu untuk memperkuat penanganan kanker secara komprehensif di Indonesia.
  • Layanan tersebut diresmikan saat Seminar Medis Nasional yang membahas kolaborasi multidisiplin dalam penanganan kanker dan tumor muskuloskeletal.
  • Integrasi layanan ini bertujuan memberikan diagnosis serta terapi yang lebih cepat, tepat, dan terpusat pada kebutuhan pasien.

Suara.com - Rumah Sakit Atma Jaya resmi menghadirkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu sebagai upaya memperkuat penanganan kanker di Indonesia. Layanan ini dirancang untuk memberikan pendampingan menyeluruh kepada pasien, mulai dari deteksi dini hingga rehabilitasi, dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu dalam satu sistem pelayanan.

Peluncuran layanan tersebut dilakukan bertepatan dengan Seminar Medis Nasional bertajuk Current Concepts for Comprehensive Musculoskeletal Care: Translating Advances in Orthopedics into Collaborative, Patient-Centered Practice yang mempertemukan dokter spesialis, subspesialis, akademisi, peneliti, dan tenaga kesehatan dari berbagai bidang.

Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu RS Atma Jaya mencakup konsultasi dokter spesialis dan subspesialis, skrining kanker, pemeriksaan laboratorium hematologi, radiologi, patologi anatomi, penegakan diagnosis, penyusunan terapi multidisiplin, monitoring pengobatan, rehabilitasi medis, edukasi pasien dan keluarga, hingga perawatan paliatif sesuai kebutuhan pasien.

Melalui layanan ini, RS Atma Jaya ingin menghadirkan penanganan kanker yang lebih terintegrasi dengan mengedepankan konsep patient-centered care sehingga pasien dapat memperoleh diagnosis dan terapi yang lebih cepat, tepat, serta komprehensif.

Penanganan kanker membutuhkan kolaborasi lintas disiplin

Dalam seminar tersebut, berbagai pakar membahas perkembangan terbaru penanganan penyakit muskuloskeletal, regenerative medicine, hingga kanker.

Salah satu topik yang mendapat perhatian adalah pentingnya pendekatan multidisiplin dalam menangani kanker. Kolaborasi antara dokter hematologi-onkologi medik, ortopedi, bedah, radiologi, patologi anatomi, patologi klinik, rehabilitasi medik, hingga tenaga kesehatan lainnya dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan keberhasilan terapi pasien.

Seminar juga membahas perkembangan deteksi dini kanker, tata laksana kanker terkini, kompleksitas tumor muskuloskeletal, serta tantangan penanganan pasien kanker usia lanjut.

Tumor muskuloskeletal sering terlambat terdiagnosis

Baca Juga: Vape Bukan Alternatif Aman: Ahli Ungkap Risiko Tersembunyi yang Mengintai Paru-Paru Anda

Dalam sesi bertajuk "Beyond the X-Ray: Navigating the Complexity of Musculoskeletal Tumors", dr. Handriadi Winaga, M.Kes., Sp.OT, FICS, AIFO-K, menjelaskan bahwa kasus tumor muskuloskeletal terus meningkat, terutama tumor yang merupakan penyebaran (metastasis) dari kanker di organ lain.

"Tumor muskuloskeletal bisa bersifat jinak maupun ganas, berasal dari tulang maupun jaringan lunak. Saat ini kasus metastasis juga semakin banyak ditemukan," ujar dr. Handriadi.

Menurutnya, tantangan terbesar justru terletak pada keterlambatan diagnosis. Gejala awal tumor sering menyerupai cedera, nyeri otot, infeksi, atau penyakit tulang lainnya sehingga pasien baru datang ketika ukuran tumor sudah besar.

Ia mencontohkan, tidak sedikit pasien mengalami patah tulang yang awalnya dianggap akibat terjatuh, padahal penyebab sebenarnya adalah tulang yang sudah rapuh akibat tumor.

"Kesalahan diagnosis dapat membuat tumor terus berkembang, menyebar ke organ lain, hingga menurunkan peluang hidup pasien," katanya.

dr. Handriadi Winaga, Sp.OT. (dok. ist)

Rontgen penting, tetapi tidak cukup

Load More