-
Nyeri bahu dan kesemutan menetap bisa jadi gejala gangguan saraf tepi.
-
Ahli menjelaskan 6 gejala gangguan saraf tepi yang berbahaya.
-
Keterlambatan diagnosis gangguan saraf tepi dapat memicu kelumpuhan fungsi anggota tubuh.
Suara.com - Bahu atau lengan terasa nyeri, kesemutan, hingga mati rasa sering kali dianggap sebagai efek kelelahan atau salah posisi. Namun, jika keluhan tersebut disertai kelemahan atau gangguan gerak, kondisi itu bisa berkaitan dengan masalah pada saraf tepi.
Kepala Staf Medik Fungsional Neuroscience Siloam Hospitals TB Simatupang, Dr.dr.Ferry Senjaya, Sp.BS, IFAANS, mengatakan gangguan saraf tepi dapat menimbulkan berbagai keluhan, mulai dari nyeri hingga hilangnya fungsi anggota tubuh.
“Peripheral Nerve Surgery atau bedah saraf perifer atau tepi yaitu prosedur operasi untuk memperbaiki, melepaskan, menyambungkan, atau mengalihkan saraf yang mengalami kerusakan di luar otak dan sumsum tulang belakang,” ujar Dr.Ferry saat konferensi pers layanan Peripheral Nerve Surgery di Siloam Hospital TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2026)
Saraf perifer adalah jaringan yang menghubungkan otak dan sumsum tulang belakang dengan berbagai bagian tubuh. Saraf ini membawa informasi sensorik seperti sentuhan, panas, dingin, dan nyeri sekaligus meneruskan perintah dari otak untuk menggerakkan otot.
Karena itu, ketika saraf mengalami cedera atau gangguan, dampaknya tidak hanya berupa rasa sakit. Berikut enam tanda yang patut diperhatikan:
1. Nyeri menjalar
Nyeri akibat gangguan saraf dapat terasa menjalar dari leher ke bahu, lengan hingga tangan, atau dari bagian tubuh tertentu menuju tungkai. Nyeri saraf juga dapat terasa seperti terbakar, menusuk, atau tersetrum. Sensasi seperti terbakar dan sengatan listrik merupakan karakteristik yang dapat ditemukan pada nyeri neuropatik.
2. Kesemutan
Kesemutan yang menetap atau berulang juga dapat menjadi tanda gangguan saraf. Kondisi ini terjadi ketika penghantaran sinyal pada saraf mengalami gangguan.
National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS) menyebut kesemutan, nyeri, dan gangguan sensasi sebagai beberapa gejala yang dapat muncul ketika saraf sensorik mengalami kerusakan.
3. Mati rasa atau kehilangan sensasi
Selain kesemutan, seseorang bisa mengalami mati rasa sehingga berkurang kemampuannya merasakan sentuhan, suhu, atau nyeri pada bagian tubuh tertentu.
4. Kelemahan otot
Gangguan saraf tidak hanya memengaruhi sensasi, tetapi juga kemampuan bergerak. Kerusakan saraf motorik dapat menyebabkan otot melemah, kram, hingga penyusutan otot.
5. Sulit menggerakkan tangan atau kaki