Sering Disangka Pegal, 6 Tanda Ini Bisa Jadi Gejala Saraf Tepi Bermasalah

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:24 WIB
Ilustrasi pegal atau nyeri di bahu, bisa berpotensi gangguan saraf tepi. (Pexels)
  • Nyeri bahu dan kesemutan menetap bisa jadi gejala gangguan saraf tepi.

  • Ahli menjelaskan 6 gejala gangguan saraf tepi yang berbahaya.

  • Keterlambatan diagnosis gangguan saraf tepi dapat memicu kelumpuhan fungsi anggota tubuh.

Pada kondisi tertentu, gangguan saraf dapat menyebabkan anggota tubuh menjadi sulit atau bahkan tidak dapat digerakkan.

Contohnya drop hand, yaitu kondisi ketika tangan atau pergelangan tangan mengalami kelemahan sehingga fungsi geraknya terganggu.

6. Kehilangan fungsi tertentu

Gangguan saraf tepi juga bisa membuat seseorang kesulitan melakukan aktivitas sederhana, seperti menggenggam benda atau menggerakkan anggota tubuh secara normal.

Dr. Ferry menjelaskan, gangguan saraf tepi dapat terjadi akibat berbagai kondisi, termasuk kecelakaan, luka sayat, patah tulang, saraf terjepit, tumor, hingga komplikasi operasi. Gangguan pada pleksus brakialis, penjepitan saraf, nyeri saraf kronis, dan tumor saraf tepi juga dapat memunculkan keluhan serupa.

Namun, keluhan pada bahu atau lengan tidak otomatis berarti seseorang mengalami gangguan saraf. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui sumber masalah dan menentukan penanganan yang tepat. Evaluasi dapat mencakup pemeriksaan klinis dan pemeriksaan penunjang sesuai kondisi pasien.

“Pada cedera saraf, waktu diagnosis dan rujukan menjadi sangat penting. Literatur menunjukkan bahwa keterlambatan diagnosis dan referral masih menjadi salah satu hambatan dalam penanganan cedera saraf perifer, sementara cedera saraf bersifat kompleks dan time-sensitive,” jelas Dr.Ferry.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com