Dari Gaya Hidup hingga Cek Kesehatan, Langkah Preventif Bisa Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Selasa, 03 November 2026 | 19:41 WIB
Menjaga Kesehatan Bukan Hanya Saat Sakit, Kebiasaan Preventif Perlu Dimulai Sejak Dini (Dok. Istimewa)
BACA 10 DETIK
  • Presiden Direktur PT Darya-Varia Laboratoria Tbk, dr. Ian Kloer, menyatakan pentingnya pencegahan kesehatan melalui pemantauan tubuh secara berkala.
  • BPOM dan APSMI menyelenggarakan kegiatan Self-Care AMRUN 5K di Sanur, Bali, pada hari Minggu, 1 November 2026.
  • Acara tersebut menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis guna mengedukasi masyarakat agar lebih proaktif menjaga kondisi tubuh.

Menjaga kesehatan sering kali baru mendapat perhatian ketika tubuh mulai menunjukkan keluhan. Padahal, banyak masalah kesehatan dapat dikenali lebih awal jika masyarakat terbiasa melakukan langkah-langkah pencegahan dan memantau kondisi tubuh secara berkala.

Suara.com - Kebiasaan preventif tidak selalu harus dimulai dari hal yang rumit. Menjaga pola hidup sehat, aktif bergerak, memperhatikan asupan makanan, hingga melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan bagian dari upaya untuk lebih mengenali kondisi tubuh.

Presiden Direktur PT Darya-Varia Laboratoria Tbk, dr. Ian Kloer, mengatakan kesadaran tersebut perlu dibangun menjadi kebiasaan sehari-hari. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak semestinya hanya dilakukan ketika seseorang sudah merasakan keluhan.

“Menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan mengandalkan pengobatan ketika keluhan muncul, tetapi perlu dimulai dari kesadaran untuk mengenali dan memantau kondisi tubuh secara berkala,” ujar dr. Ian dalam keterangan resmi.

Menurut dia, upaya menjaga kesehatan juga membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar edukasi dan akses terhadap layanan kesehatan dapat semakin luas. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima layanan ketika sakit, tetapi juga mengambil peran lebih aktif dalam menjaga kondisi kesehatannya.

Pesan tersebut turut disampaikan melalui kegiatan Self-Care AMRUN 5K 2026 yang digelar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Asia Pacific Self Medication Industry (APSMI) di Taman Inspirasi Muntig Siokan, Pantai Mertasari, Sanur, Bali, Minggu (1/11/2026).

Kegiatan lari 5 kilometer tersebut mengangkat isu self-care atau swamedikasi yang bertanggung jawab, penggunaan obat secara bijak, serta pencegahan resistensi antimikroba. 

Di tengah kegiatan yang mendorong masyarakat untuk aktif bergerak, tersedia pula layanan pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Denpasar.

Pemeriksaan meliputi tekanan darah serta GCU (Glucose, Cholesterol, Uric Acid). Salah satu perangkat yang digunakan adalah DiVi Lab OPTIMA 4-in-1 yang dapat membantu memberikan gambaran awal mengenai sejumlah parameter kesehatan.

Teknologi semacam ini dapat menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan memantau kondisi tubuh. Hasil pemeriksaan bukan untuk menggantikan konsultasi medis, melainkan dapat menjadi informasi awal agar seseorang lebih memahami kondisi dirinya dan mengetahui kapan perlu melakukan tindak lanjut bersama tenaga kesehatan.

“Melalui DiVi Lab, kami berharap masyarakat dapat lebih mudah mengenali kondisi kesehatannya dan menjadikan pemantauan berkala sebagai bagian dari upaya pencegahan. Hasil pemeriksaan dapat menjadi langkah awal untuk lebih memahami kondisi tubuh dan menentukan tindak lanjut yang sesuai dengan berkonsultasi kepada tenaga kesehatan,” kata dr. Ian.

Ia menilai sinergi antara teknologi, edukasi, dan kolaborasi lintas sektor dapat mendorong perubahan kebiasaan di masyarakat. Dengan demikian, perhatian terhadap kesehatan tidak berhenti pada pengobatan saat sakit, tetapi berkembang menjadi pola hidup yang lebih proaktif.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan memang tidak selalu membutuhkan langkah besar. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, termasuk bergerak aktif dan mengenali kondisi tubuh melalui pemeriksaan berkala, dapat menjadi bagian penting dari upaya pencegahan.

Kesadaran inilah yang perlu terus dibangun agar masyarakat tidak menunggu tubuh memberi sinyal ketika masalah sudah muncul, melainkan mulai memberi perhatian pada kesehatan sejak kondisi masih baik.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com