/
Rabu, 20 April 2022 | 18:43 WIB
Sumber: Freepik/rastd

Indotnesia - Harga minyak goreng yang melambung berimbas pada kenaikan harga kerupuk kaleng di wilayah DKI Jakarta. Harga kerupuk eceran naik dari Rp1.000 menjadi Rp2.000.

Melansir Suara.com pada Selasa (19/4/2022), kenaikan harga kerupuk tersebut telah disepakati oleh para pelaku usaha kerupuk kaleng di wilayah Jakarta.

Juru Bicara Ikatan Pengusaha Kerupuk wilayah DKI Jakarta, Kemal Mahmud, mengatakan meningkatnya harga kerupuk juga dipicu oleh kenaikan harga bahan baku.

“Kenaikan harga minyak goreng dan bahan baku membebani produsen kerupuk yang notabene adalah UMKM. Rencananya, harga baru kerupuk kalengan akan berlaku tiga hari setelah lebaran,” ungkapnya.

Isu kenaikan harga kerupuk kaleng yang akan resmi berlaku pada 6 Mei 2022 tersebut sempat menghebohkan publik di media sosial. Melalui unggahan Instagram @folkative, ramai warganet mengomentari foto yang bertuliskan “Harga kerupuk kaleng bakal naik menjadi Rp2.000 mulai 6 Mei”.

Menanggapi kenaikan harga kerupuk, sejumlah warganet mengaku hal itu wajar terjadi lantaran harga bahan-bahan pokok lainnya yang naik.

“Ya gimana kagak naik, minyak goreng naik, BBM nya juga naik, kebutuhan pokok pada naik, kalau gak dinaikin ya menangis yang jualan kerupuk,” tulis akun @shiin***.

Biaya produksi yang naik 100% juga tak lepas dari kenaikan bahan baku seperti tepung tapioka. Harga bumbu-bumbu kerupuk seperti terasi, garam, dan penyedap rasa juga ikut terkerek.

Naiknya harga kerupuk lantas menambah daftar panjang bahan-bahan kebutuhan pokok yang dianggap semakin menyusahkan masyarakat. 

Load More