/
Rabu, 20 April 2022 | 10:11 WIB

Indotnesia, YOGYAKARTAIndonesia merupakan negara kesatuan dengan banyak budaya, bahasa, dan juga aksara yang dinaunginya. Salah satunya adalah aksara Jawa. Di Yogyakarta, ada sekelompok pemuda yang giat melestarikan aksara Jawa, yaitu komunitas Sega Jabung.

Berangkat dari kegelisahan tentang eksistensi aksara Jawa yang semakin asing dikalangan anak muda, Setya Amrih kemudian membentuk sebuah komunitas pelestari akasara Jawa bernama Sega Jabung alias Senang Gaul Bahasa Jawa Adiluhung.

Berlokasi di Bantul, Yogyakarta, seorang abdi dalem Keraton Ngayogyakarta yang juga berprofesi sebagai guru ini mengumpulkan anak-anak muda kaum milenial yang memiliki minat terhadap aksara Jawa untuk ikut ke dalam Komunitas Sega Jabung.

Padahal, kebanyakan kaum milenial menganggap penggunaan aksara daerah, seperti aksara Jawa tidak gaul dan ketinggalan zaman. Di sisi lain, aksara Jawa telah merambah kancah internasional.

Aksara Jawa yang indah terancam tidak lestari. Padahal banyak sekali kisah-kisah menarik dan pesan yang dapat kita temukan dalam naskah-naskah Jawa, namun tak tahu cara membacanya.

"Siapapun yang menguasai aksara Jawa, itu banyak sekali lho naskah-naskah kita yang sebetulnya berisi banyak sekali ilmu pengetahuan, tetapi karena kita tidak bisa membacanya, akhirnya tidak terekspos dan justru diteliti orang luar," jelas Amrih.

Amrih juga menambahkan orang asing yang meneliti naskah-naskah kuno beraksara Jawa yang sering menerapkan aksara Jawa. Sedangkan orang Jawa justru banyak yang tidak mengerti jika dalam naskah tersebut ada ilmu dari nenek moyang sendiri. Hal itulah yang menjadi alasan kenapa akasara Jawa harus dilestarikan.

Dikemas secara digital, Amrih bermaksud mendekatkan aksara Jawa kepada kaum milenial agar lebih mudah dipelajari dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Saya berpikirnya bukan sekarang, tetapi buat generasi yang akan datang. Sayang kan, jika kita ditinggal bahasa. Kita ditinggal aksara, akan tetapi di generasi saya tiba-tiba saya memotong dan tidak menularkan aksara Jawa ke anak-cucu," lanjutnya.

Aksara Jawa di Perangkat Multimedia

Komunitas Sega Jabung yang terdiri dari muda-mudi mencoba melestarikan dan merealisasikan penularan mempelajari aksara Jawa dengan menggunakan media digital.

Pada 1 Oktober 2009, aksara Jawa mendapat slot unicode, artinya bisa diaplikasikan pada perangkat multimedia apapun termasuk yang sudah mengupdate sistem mereka, seperti Windows, Android, iOS dan Linux.

Penamaan font aksara Jawa yang dilakukan oleh bidang IT Komunitas Sega Jabung dilakukan sesuai naskahnya. Misalnya, diambil dari naskah serat Damarwulan, maka nama font menjadi Damarwulan. Lalu, dari serat Imam Nawawi ditulis menjadi Jamawi, Jawa Imam Nawawi.

Load More