Indotnesia - Perayaaan Lebaran 2022 menjadi kesempatan untuk berkumpul dengan keluarga dengan berbagai hidangan, termasuk kudapan yang manis.
Padahal konsumsi makanan yang mengandung gula bisa menyebabkan inflamasi pada tubuh dan mempengaruhi kulit. Kok bisa?
Tak bisa dipungkiri lagi, kita sangat menyukai gula tambahan di setiap makanan dan minuman. Kue, teh, kopi, dan sajian kuliner manis lainnya. Meski rasanya enak, namun gula yang berlebihan bisa menimbulkan masalah pada tubuh, termasuk kulit.
Mengutip Suara.com, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr. Rahma Evasari, Sp.DV., mengatakan makanan dan minuman manis dapat mempercepat penuaan pada kulit.
Belum lagi tepung dan susu yang membuat seseorang rentan berjerawat justru akan menumbuhkan jerawat lebih banyak lagi. Padahal seperti kita ketahui, momen Idulfitri membuat kita tidak bisa menghindari berbagai makanan dan minuman manis.
Meski demikian, dokter Rahma menyebutkan bukan berarti kita harus tidak makan sama sekali makanan dan minuman yang telah disiapkan saat Lebaran.
"Memang harus diminimalisir, menurut saya dimakan nggak apa-apa tapi tetap ada porsinya," tuturnya.
Mengutip The Insider, Dokter Kulit Klinis Dr. Saya Obayan, MD, MPH, FAAD mengatakan konsumsi gula yang banyak menyebabkan peradangan di dalam tubuh.
Gula yang masuk ke dalam tubuh akan langsung diproses di usus, lalu memasuki aliran darah hingga menimbulkan peradangan. Apabila kita mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi, maka akan memperburuk kondisi kulit.
Makanan tinggi glikemik seperti roti putih, soda, saus salad, permen, dan makanan panggang yang mengandung gula dan tepung olahan. Insulin akan melonjak jika kita mengonsumsi makanan tersebut.
Menurut Dokter Kulit dari Westlake Dermatology & Cosmetic Surgery, Donna Hart, MD, FAAD, kadar insulin yang naik akan meningkatkan peradangan di kulit.
Pada akhirnya, kulit akan ditumbuhi jerawat, terutama pada wajah. Makanan tinggi glikemik juga berkontribusi terhadap penuaan kulit.
"Gula pada dasarnya mengikat kolagen untuk membentuk sesuatu yang disebut sebagai Advanced Glycation End Products (AGEs)," ujar Haart.
AGEs merupakan protein atau lipid yang menjadi terglikasi setelah terpapar gula. Jadi, mulai sekarang kontrol konsumsi makanan dan minuman manis supaya kulit wajah tetap sehat.
Berita Terkait
-
Pelindo Catat 2,6 Juta Penumpang Masa Lebaran 2026, Meningkat 14,14%
-
Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta
-
Ada Lebaran Betawi, Berikut Rekayasa Lalu Lintas di Lapangan Banteng
-
Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran
-
Meski Mudik 2026 Lebih Lancar, DPR Masih Temukan Masalah di Pelabuhan dan Rest Area Tol
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
The King's Warden Jadi Film Kedua Terlaris dalam Sejarah Perfilman Korea
-
Tekel Horor Berujung Minta Maaf, Justin Hubner dapat Balasan dari Lewis Holtby
-
Mendes Yandri Susanto Bantah Isu Dana Desa Dipotong, Sebut Kopdes Merah Putih Perkuat Ekonomi Warga
-
Update Harga Honda Supra X 125 April 2026: Aman Tenggak Pertalite, Irit Tembus 57 Km/Liter
-
Gara-gara Ceramahnya, GAMKI dan Pemuda Katolik Resmi Laporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya
-
Panas! Militer Amerika Serikat Buru Kapal Pembayar Upeti Iran di Selat Hormuz
-
Wagub Sulsel Dorong Perempuan Parepare Jadi Motor UMKM dan Ketahanan Keluarga
-
15.000 Paket Sembako dari Indonesia Tiba di Gaza, Baznas Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
-
Hindari GTA 6, Peluncuran Game Fable Diprediksi Alami Penundaan
-
Mendagri Dukung Perpanjangan Dana Otsus Aceh dan Usulkan Kembali ke 2 Persen Akibat Dampak Bencana