Lifestyle / Komunitas
Senin, 25 Mei 2026 | 14:19 WIB
Ilustrasi Idul Adha (Freepik)
Baca 10 detik
  • Umat Islam merayakan Idul Fitri dengan takbir mursal yang dimulai saat magrib hingga pelaksanaan salat.
  • Idul Adha menerapkan takbir mursal dan muqayyad yang dilakukan sejak subuh hari Arafah hingga akhir hari tasyrik.
  • Perbedaan aturan waktu dan klasifikasi fikih ini bertujuan agar umat Muslim dapat menjalankan ibadah sesuai tuntunan.

Suara.com - Mengumandangkan takbir merupakan salah satu sunnah utama saat merayakan hari kemenangan umat Islam. Namun, tahukah Anda bahwa ada perbedaan mendasar antara takbir Idul Adha dan Idul Fitri?

Meski kalimat takbir yang diucapkan cenderung sama, waktu pelaksanaan dan durasinya memiliki ketentuan yang berbeda dalam fikih.

Memahami perbedaan ini penting agar kita dapat menjalankan ibadah sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

Simak ulasan lengkap mengenai perbedaan takbir kedua hari raya tersebut di bawah ini.

Melansir dari situs resmi Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag), ibadah takbiran pada kedua hari raya ini memiliki aturan batasan waktu dan klasifikasi fikih yang tidak sama.

Dua Kategori Utama Takbir dalam Fikih

Sebelum mengulas perbedaannya, penting untuk mengenal dua istilah takbir yang berlaku dalam hukum Islam. Ilmu fikih membagi ibadah ini menjadi takbir mursal dan takbir muqayyad.

Takbir Mursal: Pembacaan takbir yang tidak terikat oleh waktu pelaksanaan salat, sehingga bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.

Takbir Muqayyad: Pembacaan takbir yang pelaksanaannya terikat khusus setelah selesai mengerjakan salat, baik salat fardu maupun sunah.

Ilustrasi Idul Adha. (Freepik)

3 Perbedaan Utama Takbir Idul Adha dan Idul Fitri

Dikutip dari ulasan literatur Nahdlatul Ulama (NU Online), berikut adalah poin-poin mendasar yang membedakan kumandang takbir pada kedua hari raya tersebut:

Baca Juga: Bolehkah Puasa Arafah Saja Tanpa Puasa Tarwiyah? Simak Penjelasan Hukum dan Keutamaannya

1. Klasifikasi Jenis Takbir yang Berlaku

Hari Raya Idul Fitri hanya mengenal jenis takbir mursal. Sepanjang malam menjelang satu Syawal, masyarakat bebas mengumandangkannya di masjid, rumah, maupun saat di perjalanan.

Sementara itu, Hari Raya Idul Adha menerapkan kedua jenis takbir sekaligus, yaitu takbir mursal dan takbir muqayyad. Hal ini membuat umat Muslim dianjurkan untuk terus membaca takbir setiap kali selesai menunaikan salat selama hari raya dan hari tasyrik.

2. Waktu Dimulainya Kumandang Takbir

Perbedaan berikutnya terletak pada momentum awal pembacaan. Takbir Idul Fitri dimulai sejak matahari terbenam pada malam satu Syawal atau bertepatan dengan waktu magrib di malam takbiran.

Pada Idul Adha, takbir muqayyad sudah mulai disunahkan sejak waktu subuh pada hari Arafah, yaitu tanggal sembilan Dzulhijjah.

Load More