Indotnesia - India mengalami penurunan produksi gandum karena gelombang panas. Akibatnya, harga gandum di pasar India naik hingga 60% pada 13 Mei 2022. Untuk mengatasi masalah harga gandum di pasar domestik, pemerintah India lantas memberlakukan aturan larangan ekspor gandum ke seluruh dunia.
Larangan ekspor gandum membuat pasar global terkena dampaknya. Menurut Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira, kebijakan tersebut dapat berisiko bagi stabilitas pangan di Indonesia.
“Kalau India melakukan proteksionisme dengan larang ekspor gandum, sangat berisiko bagi stabilitas pangan di dalam negeri,” ungkapnya, dikutip dari Suara.com.
Menurut Bhima, terdapat empat dampak dari kebijakan pelarangan ekspor gandum yang dilakukan oleh pemerintah India.
Pertama, harga gandum di pasar internasional meningkat sekitar 58,8% dalam satu tahun terakhir. Akibatnya, inflasi pangan akan menekan daya beli masyarakat.
Sebagai produsen mie terbesar di dunia, Indonesia sangat bergantung pada kiriman gandum dan meslin dari luar negeri. Kenaikan harga gandum tersebut diantaranya juga akan berdampak pada kenaikan mie instan hingga tepung terigu yang sangat membutuhkan gandum.
“Banyak industri makanan minuman berskala kecil yang menggunakan gandum sebagai bahan baku utama, harus memutar otak untuk bertahan di tengah naiknya biaya produksi,” kata Bhima.
Kedua, larangan ekspor menjadi ancaman serius bagi kekurangan pasokan gandum di seluruh dunia. Apalagi Ukraina kini tak lagi bisa mengekspor gandum karena perang, membuat stok gandum menurun secara signifikan.
Ketiga, adanya ancaman kelangkaan pasokan gandum menuntut pengusaha mencari sumber alternatif lain, seperti tepung jagung, sorgum, hingga singkong yang banyak ditemukan di Indonesia.
Keempat, harga pakan ternak yang sebagian menggunakan campuran gandum juga terancam naik. Hal itu juga akan membuat harga daging dan telur turut naik.
Untuk mengantisipasi lonjakan harga pangan yang menggunakan gandum sebagai bahan baku utama, Bhima menghimbau Pemerintah agar segera mempersiapkan strategi mitigasi keberlanjutan ekspor gandum India.
“Sekarang harus dihitung berapa stok gandum di Indonesia dan berapa alternatif negara penghasil gandum yang bisa memasok dalam waktu dekat. Kebijakan unilateral ‘ sepihak’ yang merugikan konsumen dan industri di Indonesia, tak menutup kemungkinan membuat negara kedua penghasil gandum terbesar di dunia itu digugat ke Organisasi Pangan Dunia atau World Trade Organization (WTO),” ujarnya.
Berita Terkait
-
WN India Berkali-kali Lecehkan Pramugari dalam Pesawat Singapore Airlines
-
Cara Mengatur Keuangan Setelah Lebaran Agar Tidak Makan Mie Instan
-
Pilihan Kendaraan Komersial Ringan di Tengah Isu Impor Pemerintah
-
India Krisis Gas: Restoran Hapus Menu Panas demi Hemat Bahan Bakar
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Danantara Indonesia dan PLN Salurkan 5.000 Paket Perlengkapan Sekolah ke Tiga Provinsi di Indonesia
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
- Media Iran Yakin Benjamin Netanyahu Sudah Meninggal Dunia, Video Ini Jadi Bukti
Pilihan
-
AFC Resmi Coret Timnas Malaysia, Vietnam Lolos ke Piala Asia 2027
-
Iran Tolak Main di AS! Minta FIFA Pindahkan Laga Piala Dunia 2026 ke Meksiko
-
Arus Mudik H-4 Idulfitri, 100 Ribu Orang Sudah Berangkat dari Stasiun Gambir
-
Pertama di Dunia! Malaysia Robek-robek Perjanjian Dagang dengan AS, Indonesia?
-
Analisis Militer: Iran Pakai Strategi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Putus Asa
Terkini
-
Jaksa Banding! Meski Lolos dari Hukuman Mati, Nasib Fandi Ramadhan Cs Masih di Ujung Tanduk
-
Kisah Salim: Menggugat Ketidakadilan Sosial Lewat Kacamata Kebingungan
-
Dar Penyamaran Ikonik ke Panggung Nasional: Kisah Iptu Sukandi dan Lagu I Love You Bhayangkari
-
Prediksi Liga Champions Dinihari Nanti: Liverpool Masih Punya Harapan, Bodo/Glimt di Ambang Sejarah
-
Prabowo Ingin Tertibkan Pengamat, Legislator PDIP Singgung Risiko Pilihan Rakyat
-
Bukan Program Unggulan, Ini Pos Anggaran yang Potensi Kena Pemangkasan
-
Kisah 'Militan' 10 Rekan Sekantor Kompak 'War' Tiket Demi Mudik Berjamaah ke Semarang
-
Israel Targetkan Ali Larijani, Tangan Kanan Pemimpin Iran Diklaim Tewas
-
Terungkap! Sembako Bantuan dari Tommy Soeharto dan El Rumy Dibagikan Keraton Solo ke Abdi Dalem
-
Purbaya Borong Kain Batik di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Sebut Pasar Tradisional Tidak Mati Suri