Indotnesia - Pengakuan Fahri Fadillah atas kekecewaannya karena digagalkan mengikuti pendidikan bintara 2021 ramai diperbincangkan publik. Polda Metro Jaya menyebut tidak ada titipan melainkan karena Fahri mengalami buta warna parsial.
Fahri Fadilah, pemuda 21 tahun itu telah dinyatakan lolos pada tes tahap pertama calon bintara 2021. Dia berada di peringkat ke 35 dari 1200 peserta yang mengikuti tes dan telah selesai menjalankan bimbingan persiapan latihan selama 6 bulan.
Melalui akun TikTok pribadinya @fahrifadhilah106, Fahri mengunggah video yang menceritakan dirinya tiba-tiba gagal mengikuti pendidikan bintara. Selain itu, dia juga menyebut jika namanya digantikan oleh orang yang gagal dalam tes.
Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan mengkonfirmasi bahwa Fahri memang dinyatakan lolos pada tes bintara 2021 tahap pertama. Setelah itu, ada supervisi dari Mabes Polri terhadap peserta sebelum mengikuti pendidikan.
Dari proses supervisi yang disaksikan langsung oleh Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kabid Propam Polda Metro Jaya, Sekretariat SDM Polda Metro Jaya, dan orang tua wali Fahri di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pada (25/01/2022), Fahri dinyatakan tidak lolos.
“Kemudian supervisi yang dipimpin ketua tim menyebutkan yang bersangkutan (Fahri Fadilah) tidak memenuhi syarat dengan temuan buta warna parsial,” kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (30/5/2022) dikutip dari Suara.com.
Hasil temuan supervisi yang dilakukan di RS Polri itu membuatnya tidak bisa mengikuti pendidikan. Karena syarat utama untuk anggota Polri adalah harus tidak buta warna. Padahal, Fahri menyebutkan ketika dia periksa di rumah sakit lain tidak ditemukan penyakit tersebut.
“Saya diperiksa di RS lain dan militer tidak ditemukan penyakit tersebut,” kata Fahri dalam videonya.
Di sisi lain, Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Pol Didiet Setioboedi menduga Fahri Fadhilah bisa lolos tahap pertama karena menghafal buku tes buta warna. Pasalnya, buku tes tersebut memang diperjualbelikan di toko kesehatan dan tiap tahun menggunakan buku yang sama.
"Yang bersangkutan bisa lolos kenapa? Kemungkinan terbesar yang bersangkutan belajar tentang buta warna, dia menghafal, buku ini memang dijual-bebas di tempat alkes," kata Didiet di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (30/5/2022) dikutip dari Suara.com.
Penyakit buta warna parsial adalah penyakit buta warna yang paling sering terjadi. Penderita buta warna parsial tidak bisa membedakan warna tertentu, misalnya merah, biru, atau hijau.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
THM Panhead Jadi Perbincangan usai Kasus Penembakan TNI dan Temuan Senjata Rakitan
-
Pernah Dipakai Runner Harian, Sekarang 7 Sepatu Lari Ini Justru Jadi Barang Koleksi Mahal
-
Cetak Sejarah! Dhea Natasya Jadi Atlet Perempuan Indonesia Pertama di World Longboard Tour 2026
-
Ayah dan Anak Tewas dalam Rumah Terbakar di Musi Banyuasin, Warga Tak Sempat Menolong
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Pesirah Bank Sumsel Babel Kini Jadi Pilihan Anak Muda Sumsel untuk Bangun Dana Darurat
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha