Indotnesia - Plengkung Nirbaya Gading atau Plengkung Gading jadi salah satu dari sejumlah bangunan bersejarah di Yogyakarta. Bangunan tersebut menjadi saksi bisu peradaban kerajaan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Plengkung Gading masih merupakan bagian dari Kraton Jogja. Bangunan yang terletak di Jl. Patehan Kidul No.4, Kraton, Yogyakarta ini berada sekitar 300 meter dari Alun-Alun Selatan.
Plengkung Gading merupakan bangunan tembok kokoh berwarna putih dan memiliki semacam ‘mahkota’ di tepi atasnya. Di samping sisi kiri dan kanan, masing-masingnya terentang dinding dan memiliki bagian atas yang dulunya berfungsi sebagai benteng penjagaan.
Banyak masyarakat mengenal Plengkung Gading sebagai gapura atau pintu masuk. Bentuknya yang melengkung, membuat pengendara yang melintas di bawahnya harus melewati lorong pendek.
Tak hanya sebagai sebuah pintu masuk yang saat ini dikenal oleh masyarakat, bangunan ini memiliki sejarah dan mitos sebagai salah satu situs sakral yang ada di Jogja.
Dilansir dari Suara.com, Plengkung Gading dulunya berfungsi sebagai salah satu dari lima gerbang masuk wilayah Kraton Jogja. Selain berada di sisi selatan, empat plengkung lainnya punya nama dan letaknya masing-masing yakni Plengkung Jagasura di barat, Plengkung Tarunasura di utara, Plengkung Jagabaya di barat daya, dan Plengkung Madyasura di timur.
Berdasarkan catatan sejarah, nama Plengkung Nirbaya Gading berasal dari kata “nir” atau tidak ada dan “baya” atau bahaya. Secara filosofis, plengkung tersebut dibangun dengan makna “tidak ada bahaya yang mengancam”.
Selain memiliki makna sebagai benteng pertahanan Kraton Jogja di masa lalu, bangunan ini juga menyimpan mitos mistis yaitu sejak pemerintahan Sultan Hamengkubuwono (HB) I, sultan yang masih hidup dan bertahta dilarang melewati bangunan tersebut. Sebaliknya, hanya sultan yang sudah wafat alias jenazahnya yang diperbolehkan melewati Plengkung Gading.
Diketahui setiap sultan yang wafat, jenazahnya akan dibawa ke Makam Raja-raja Imogiri yang terletak di Desa Girirejo dan Desa Wukirsari, Imogiri, Yogyakarta.
Mitos lainnya menyebut, saking sakralnya bangunan ini, jenazah rakyat biasa tak diperbolehkan melintas di bawahnya. Bahkan, jika tempat pemakaman masyarakat biasa dekat dengan lokasi Plengkung Gading, rombongan jenazah wajib memutar agar tak melewati lorong tersebut.
Bangunan yang didominasi dengan warna putih tersebut juga dipercaya mampu menetralkan ilmu hitam. Konon, orang yang memiliki ilmu hitam akan kehilangan kesaktian jika melewati bangunan tersebut.
Menjadi salah satu tempat bersejarah yang penting di Yogyakarta, Plengkung Gading harus terus dilestarikan dan dijaga keasliannya.
Berita Terkait
-
Dituding Plagiat, Tim The King's Warden Sebut Cerita Berdasar Fakta Sejarah
-
Geliat Tradisi Berbagi Kala Ramadan, Merangkai Kebahagiaan dalam Keranjang Parsel
-
Menghargai Perbedaan dari Kisah Sophie dan Andjana dalam Novel Titik Temu
-
5 Rekomendasi Rental Mobil Tepercaya di Jogja untuk Mudik dan Liburan, Bisa Lepas Kunci
-
Apa Jadinya Ketika Anak Padus Jadi Zombi? Kisah di Balik Konser ORPHIC 2024
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Terpopuler: 34 Kode Redeem FF Aktif Hari ini, Hadiah THR dan SG Gurun Free Fire Max
-
Harga Minyak Bergerak Liar Pagi Ini, Imbas Perang dan Tekanan di Selat Hormuz
-
Update Perang Iran: Korban Jiwa Terus Bertambah, Israel Serang Medis, Trump Ingkar?
-
Benjamin Netanyahu Menghilang saat Israel Jadi 'Neraka Dunia', Isu Meninggal Dunia Makin Kuat
-
5 Fakta Kecelakaan Maut di Kembaran Banyumas, Diduga Karena Main Petasan
-
HUT ke-12 Suara.com, Kabid Humas Polda Metro Berharap Jadi Media Edukatif dan Penyejuk Masyarakat
-
Bahlil Imbau Publik Jangan Panik, Ini Penjelasan Soal Ketahanan BBM 21 Hari
-
Iran ke AS - Israel: Akan Banyak Kejutan Menanti
-
Fakta di Balik Soundtrack Film Na Willa 'Sikilku Iso Muni', Aslinya Lagu Sedih
-
Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri