Aksi balas dendam yang hendak dilakukan oleh orang NTT kepada pemuda Maluku justru salah sasaran dan malah mengenai orang asal Papua hingga korban mengalami luka serius hingga cacat permanen.
Kejadian tersebut lantas membuat kerusuhan makin kompleks dan melibatkan kelompok Papua yang awalnya tidak ikut dalam konflik, lalu mengadakan aksi di Polda DIY untuk meminta pertanggungjawaban polisi agar segera menangkap pelaku salah sasaran tersebut.
Tak puas dengan jawaban pihak kepolisian, kerusuhan 3 kelompok tersebut memanas pada Senin (4/7/2022) hingga membuat sejumlah ruas jalan di sekitar Seturan dan Babarsari ditutup serta dijaga ketat oleh puluhan polisi.
Dilansir dari Suara.com, Komandan Regu 4 Tim UPT Pemadam Kebakaran Sleman Bayu Ibrahim, mengatakan bahwa kerusakan akibat kerusuhan diantaranya telah mengakibatkan kerusakan markas warga NTT, lebih dari lima ruko terbakar, dan sekitar enam unit sepeda motor dibakar.
“Kerusakan lainnya ada outlet dirusak, ada sekitar enam unit sepeda motor dibakar. (Dibakar) di ruang pertemuan dan di tengah jalan,” kata Bayu, dikutip dari Suara.com.
Upaya Mediasi
Berbagai upaya mediasi telah dilakukan pemerintah, termasuk oleh Sultan HB X. Meski demikian, konflik terus terjadi di lokasi yang disebut warganet sebagai “Gotham City”.
Sultan berharap Polda DIY juga menindak pelaku untuk diproses hukum. Dia bahkan menawarkan diri untuk kembali berupaya melakukan mediasi, namun proses hukum tetap berlaku bagi pelaku kekerasan.
"Karena melanggar hukum ya harus diproses dengan baik. Saya tidak mau di Jogja ini ajang kekerasan fisik jadi kebiasaan," tutur Sri Sultan.
Baca Juga: Gaduh Pendapat Ayam Geprek Ditumbuk hingga Halus Vs Pipih, Mana yang Benar?
Setelah konflik yang terbaru, sejumlah perwakilan komunitas berkumpul untuk mengupayakan mediasi.
Mereka adalah Kepala BIN DIY Brigadir Jenderal (Brigjen) Pol Andry Wibowo, Ketua Sesepuh masyarakat NTT di DIY John S Keban (yang mewakili NTT dan Papua), Ketua Pattimura Muda Yogyakarta (Perwakilan Maluku) Jacky Latupeirissa.
Pemerintah Kabupaten Sleman akan membayar biaya perawatan dan pengobatan korban kerusuhan. Sementara Polda DIY akan segera melakukan penegakan hukum dan pencegahan.
Perwakilan komunitas itu berharap seminggu setelah kejadian terjadi rekonsiliasi dari kelompok asal NTT, Papua, dan Maluku.
Kini, masyarakat Jogja menanti damai di Babarsari.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Ikatan Darah Siap Guncang Bioskop, Film Aksi-Drama yang Sarat Emosi dan Pesan Keluarga
-
Foto Kerang Berkode 86 47 Bongkar Rencana Pembunuhan Donald Trump
-
8 Kereta Batal Berangkat dari Stasiun Senen dan Gambir Hari Ini, Ada KA Brantas hingga Parahyangan
-
4 Toner Beras untuk Melembapkan dan Mencerahkan Kulit Kusam
-
Pangkas Harga Produk Menjadi Senjata Kia Hadapi Dominasi BYD
-
Kesaksian Korban Kecelakaan KRL: Nyawa Selamat Berkat Cooler Bag ASI
-
Deretan Kontroversi Rudy Masud: Mobil Dinas Rp8,5 Miliar hingga Renovasi Rumdin Rp25 M!
-
Kejari Bireuen geledah Kantor Satpol PP dan WH 2 Jam, Temukan Dokumen Dugaan Korupsi Anggaran
-
Bertambah Satu! Korban Jiwa Kecelakaan KRL di Bekasi Total 16 Orang
-
WIC Jakarta Menjadi Tuan Rumah Pembukaan Konferensi Welcome Clubs International ke-17