Indotnesia - Tagar #Jogja jadi trending topik di Twitter pada Selasa (5/7/2022) dan didominasi oleh topik terkait kerusuhan yang sempat terjadi di daerah Seturan dan Babarsari.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X juga telah angkat bicara dan meminta penegak hukum untuk mengusut tuntas pelaku kerusuhan.
Setelah kondisi mulai kondusif, malam harinya pasca kerusuhan pada Senin (4/7/2022), sejumlah perwakilan dari pemuda Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Papua–kelompok yang bertikai, menyampaikan pernyataan damai untuk menjaga ketentraman lingkungan masyarakat.
Riwayat Konflik di Babarsari
Riwayat kerusuhan di Babarsari ternyata terjadi sejak 2007. Bentrokan yang terjadi pada Jumat 29 Juni 2007 itu melibatkan dua kelompok mahasiswa dari luar provinsi. Sebanyak tiga orang mengalami luka bacok akibat pertikaian tersebut.
Kerusuhan selanjutnya tercatat terjadi pada 2012 antara sekelompok mahasiswa Timor Leste dan warga sekitar Babarsari.
Dua orang tewas dalam peristiwa tersebut. Bahkan, sebuah ATM di depan Sekolah Tinggi YKPN dirusak dan dibobol.
Selanjutnya, pada 2018 juga terjadi tawuran antara kelompok asal Papua dan Ambon pada 12 September 2018. Keributan berawal di sebuah kafe di Jalan Perumnas Seturan.
Pada 2020, suasana memanas akibat bentrokan antara ratusan ojek online dengan sejumlah pria yang diduga sebagai debt collector.
Baca Juga: Gaduh Pendapat Ayam Geprek Ditumbuk hingga Halus Vs Pipih, Mana yang Benar?
Pada 2021, terjadi kasus penusukan di Babarsari. Peristiwa yang terjadi pada 23 Desember 2021 itu membuat korban mengalami luka dibagian perut dan langsung dilarikan ke RSPAU Hardjolukito.
Korban dikejar oleh dua orang yang merupakan pelaku penusukan. Namun, pelaku melarikan diri dari tempat kejadian.
Keributan di Karaoke Babarsari
Konflik yang terjadi di daerah sekitar Seturan dan Babarsari bermula dari pertikaian di Glow Karaoke Seturan pada Sabtu (2/7/2022).
Diketahui, sekelompok orang asal NTT tidak mau membayar biaya karaoke dan menghancurkan fasilitas di tempat tersebut hingga membuat pemuda Maluku yang sedang berjaga kesal.
Setelah terjadi pemukulan dan penusukan, keesokan harinya kelompok massa dari NTT yang dihajar oleh pemuda Maluku datang lagi dan menghancurkan tempat karaoke serta menyisir tempat orang-orang Maluku tinggal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Sultan Jogja Heran Sadisnya Ibu-ibu Pengasuh Daycare Little Aresha, Perintahkan Tutup Daycare Ilegal
-
IHSG Ditutup Perkasa ke Level 7.100, Ini Pemicunya
-
Cerita-cerita dari Negeri Karmala
-
Bayern Munich Dilibas PSG 4-5, Wayne Rooney Kritik Pedas Harry Kane
-
Sosok Diyah Kusumastuti: Diduga Otak Kekerasan Anak di Little Aresha, Riwayat Korupsi Disorot
-
Ini Sosok Suami Menteri PPPA Arifah Fauzi, Ternyata Bukan Orang Sembarangan
-
FIFA Takut Kasih Sanksi ke Israel, Palestina Seret Infantino Cs ke Pengadilan
-
Berapa Harga GTA 6? CEO Take-Two Buka Suara Soal 'Banderol Wajar'
-
Andi Gani Tegaskan Perayaan May Day di Monas 'Nol Dana Negara' Meski akan Dihadiri Prabowo
-
West Ham Tunjuk Karim Virani sebagai CEO Sementara