/
Jum'at, 15 Juli 2022 | 16:29 WIB
Pixabay/ geralt

Gelembung aset dapat menyebabkan resesi ketika para investor terlalu optimis mendapatkan keuntungan besar di pasar saham hingga menggelembungkannya namun seketika gelembung itu meletus dan menghancurkan semuanya.

4. Inflasi Tinggi

Inflasi yang terjadi secara bertahap masih bisa terkendali, tetapi jika kenaikkan harga berlebihan dapat membahayakan perekonomian. 

5. Deflasi Tinggi

Inflasi tak terkendali dapat menyebabkan resesi, tetapi deflasi yang berlebih bisa lebih buruk. Karena ketika deflasi harga mengalami penurunan hingga menyebabkan upah berkontraksi.

6. Perubahan Teknologi

Penemuan baru yang menyebabkan AI dan robot mengambil alih aktivitas perekonomian karena menghemat tenaga kerja juga dapat menyebabkan resesi.

Dampak resesi pada kita

Jika suatu negara mengalami resesi, bukan berarti hal itu tidak berdampak pada seseorang yang tidak memiliki bisnis besar. Menurut Forbes, resesi juga dapat mempengaruhi berbagai lini kehidupan dan semua orang.

Baca Juga: 5 Penyebab Resesi Ekonomi, Waspada Bisa Terjadi di Indonesia!

Ketika terjadi resesi, kita mungkin bisa kehilangan pekerjaan bahkan sulit menemukan penggantinya karena tingginya tingkat pengangguran. Hal itu tentu berdampak buruk dan dapat mengacaukan rencana masa depan hingga menguras tabungan kita.

Bagi pemilik bisnis akan sulit mendapat banyak pemasukan bahkan terancam tutup usaha. Sementara para investor bisa kehilangan investasinya, seperti saham, obligasi, real estate, dan aset lainnya hingga dapat kehilangan uang.

Adanya resesi, tentu juga berpengaruh pada kesehatan kita. Orang akan mudah stress, depresi, hingga menjadi sakit-sakitan.

Load More