Indotnesia - Presiden Jokowi kembali masuk dalam daftar 50 besar jajaran tokoh Muslim berpengaruh di dunia versi The Muslim 500.
Selain Jokowi, daftar itu juga memuat nama Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj, dan Luthfi bin Yahya Kiai asal Pekalongan.
Orang nomor satu di Indonesia tersebut menduduki peringkat ke 13 dari 50 tokoh Muslim, lebih unggul dari Perdana Menteri Pakistan Imran Khan hingga Presiden Nigeria Muhammadu Buhari.
Merupakan ajang nominasi tokoh muslim yang dirilis setiap tahun, lalu apa itu The Muslim 500?
Mengenal The Muslim 500
Dilansir dari laman resmi The Muslim 500, nominasi tokoh Muslim berpengaruh di dunia tersebut merupakan proyek yang diinisiasi oleh The Royal Islamic Strategic Studies Centre, sebuah entitas penelitian independen yang berafiliasi dengan Royal Aal al-Bayt Institute for Islamic Thought.
Sedangkan The Royal Aal al-Bayt Institute for Islamic Thought adalah lembaga Islam internasional non-pemerintah dan independen yang berkantor pusat di Amman, Yordania.
Sejak dimulai pada 2009, ajang nominasi The Muslim 500 telah menetapkan sejumlah nama tokoh dunia yang berpengaruh terhadap dunia Islam maupun komunitas non-muslim.
Setelah hampir 13 tahun digelar, setiap nominasi dalam daftar tersebut akan dievaluasi berdasarkan pengaruh yang dimiliki umat Islam tertentu dalam komunitas Muslim serta pengaruh mereka dalam memberikan keuntungan bagi komunitas tersebut.
Baca Juga: Ramai Beras Bansos Dikubur, Ini Klarifikasi JNE Selaku Distributor
Laporan tahunan daftar nominasi akan dikeluarkan secara tahunan dalam kerjasama dengan Pusat Pangeran Al-Waleed Bin Talal untuk Pemahaman Muslim-Kristen di Universitas Georgetown di Amerika Serikat.
Setidaknya ada 450 nominasi yang dipecah berdasarkan kategori tertentu seperti kaum muda, wanita, pembimbing spiritual, media, dan lain-lain. Sementara 50 nominasi lain diberikan tempat khusus.
Di edisi 2022, selain Presiden Jokowi, kepala negara lain yang masuk dalam daftar tersebut diantaranya adalah Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al-Saud di peringkat ke-2 dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan peringkat ke-4 yang telah masuk dalam daftar nominasi selama tiga kali (2002, 2007, dan 2014) sebelum menjabat pertama kali sebagai presiden pada Agustus 2014.
Sementara itu, dalam edisi 2022 ini juga mencatut nama Gubernur Jawa Timur Khofifah dalam jajaran 500 muslim berpengaruh di bidang politik bersama dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Presiden Iran Ebrahim Raisi, Perdana Menteri Tunisia Najla Bouden Romadhane dan Président Tanzania Samia Suluhu Hassan.
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
Terkini
-
Klarifikasi Mekanisme Dana Hibah, KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Khofifah 12 Februari
-
Gandeng ISI Surakarta, Pemkot Solo Pastikan Logo Hari Jadi ke-281 Bebas Subjektivitas
-
Sudah Go Public dengan Sarwendah, Giorgio Antonio Tegaskan Belum Pikirkan Pernikahan
-
Dari Cinema Outdoor hingga Pasar Ilustrasi, Intip Keseruan Tomo Land Volume 3
-
Laptop Merek Apa yang Bagus? Ini 5 Rekomendasinya Buat Kuliah dan Kerja Harga Rp5 Juta ke Bawah
-
Statistik Emil Audero Tampil Menggila di Gewiss Stadium Meski Cremonese Takluk
-
CEK FAKTA: Donald Trump dan Bill Clinton Terlibat Ritual Setan di Kasus Epstein, Benarkah?
-
Dijamu West Ham, MU Kehilangan Tiga Pemain Penting, Siapa Saja?
-
Daftar 11 HP Android dan iPhone yang Tidak Bisa Lagi Pakai WhatsApp Tahun Ini
-
Solusi Lokal untuk Krisis Plastik di Sungai Kecil: Apa yang Bisa Dilakukan?