Indotnesia - Tayang hari ini, film horor Pengabdi Setan 2: Communion punya banyak fakta menarik, lho. Bagi kalian yang sudah menunggu untuk menonton film ini, yuk simak dulu sedikit reviewnya.
Film yang tayang perdana di bioskop pada hari ini (4/8/2022) itu telah ditonton lebih dari 500.000 penonton hingga pukul 16.00 WIB.
Pengabdi Setan 2: Communion adalah film garapan sutradara kenamaan Joko Anwar. Film ini merupakan cerita lanjutan dari Pengabdi Setan (2017) garapan sutradara yang sama.
Film horor berdurasi hampir 2 jam ini akan menampilkan pemain-pemain kawakan, seperti Tara Basro, Bront Palarae, dan Ayu Laksmi. Menceritakan tentang keluarga Rini (Tara Basro) yang penuh misteri serta kisah menakutkan.
Film ini akan mengulik lebih dalam cerita Pengabdi Setan pada sekuel sebelumnya. Pada sekuel kali ini sosok ‘ibu’ atau (Ayu Laksmi) menjadi ikon penting yang membawa cerita di film yang bergenre horor, humor, juga aksi.
Selain itu, apa saja fakta menariknya? Berikut 5 fakta menarik film Pengabdi Setan 2: Communion yang dikutip dari Suara.com.
1. Syuting di rumah susun
Jika Pengabdi Setan sebelumnya diambil di rumah tua di kawasan Bandung, kali ini Joko Anwar memilih untuk menggunakan rumah susun yang sudah kosong selama 15 tahun. Bisa dibayangkan bukan bagaimana sensasi ketika syuting film ini?
Apalagi sang sutradara juga melarang para kru dan pemain lantai 7 rusun yang terbengkalai itu karena berbagai alasan.
Baca Juga: Potret Ratu Felisha yang Jadi Trending Topic karena Film Pengabdi Setan 2
2. Sosok ibu muncul lagi
Di sekuel sebelumnya, sosok ibu yang diperankan oleh Ayu Laksmi sudah meninggal dunia. Namun, pada Pengabdi Setan 2 sosok ibu muncul kembali. Bagaimana ibu muncul? Dia diperlihatkan di salah satu lantai apartemen dengan pakaian serba putih, sereeem.
3. Muncul Ratu Felisha
Selain sederet artis papan atas yang telah disebutkan di atas dan telah muncul di film pertama, pada kali ini muncul bintang baru, seperti Ratu Felisha, Jourdy Pranata, dan Kiki Narendra. Kemunculan Ratu Felisha di Pengabdi Setan 2: Communion semakin membuat penonton penasaran dengan cerita selanjutnya.
4. Film Indonesia pertama yang menggunakan IMAX
Pengabdi Setan 2: Communion jadi film Indonesia bahkan Asia Tenggara pertama yang menggunakan teknologi IMAX. Pasalnya, penggunaan teknologi itu disebut bisa membuat film jadi lebih sinematik karena spektrum warna yang banyak. Selain itu, audionya juga sudah menggunakan next-generation precision sound yang lebih tajam dan merata.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
BRI Dapat Apresiasi dari Menteri PKP karena Dukung Program 3 Juta Rumah
-
GWM Tank 500 Diesel Resmi Melantai di IIMS 2026, Land Cruiser 200 Versi Murah
-
Ingatkan Seluruh Kader Gerindra, Sugiono: Pejuang Politik Harus Bela Kaum Lemah dan Miskin
-
Menteri PKP: BRI Berperan Strategis Dukung Program 3 Juta Rumah
-
Datangi Polda Metro Jaya, Pandji Pragiwaksono Ingin Tahu 5 Orang Pelapornya
-
Jusuf Kalla: Perguruan Tinggi Jangan Andalkan Mahasiswa untuk Biaya Pendidikan
-
Terungkap Isi Diary Lula Lahfah, Awkarin Sindir Menohok Reza Arap
-
Menyoal Istilah "Gentengisasi" dan Prioritas Pembangunan Pemerintah
-
Terkuak! Cacahan Uang BI Awalnya Mau Dibuang ke Bantar Gebang
-
BTN Bidik Pembiayaan 20.000 Rumah Rendah Emisi di 2026