Anda juga akan menghancurkan kepercayaan, harapan, dan impian pasangan. Hal tersebut tentu bisa membuat mereka sedih dan depresi.
4. Penyesalan Seumur Hidup
Penyesalan memang selalu datang di akhir dan bisa membuat Anda menderita seumur hidup. Perselingkuhan bisa membuat Anda tidak tenang tidur dan melihat kesedihan di wajah-wajah orang yang tersakiti, termasuk anak dan keluarga.
5. Terkena PMS
Penyakit Menular Seksual (PMS) tak jarang berkorelasi dengan perselingkuhan. Perzinahan meningkatkan berbagai penyakit menular seperti gonore, sifilis, herpes, HIV, dan AIDS.
6. Menghasilkan Pola yang Toxic
Seseorang yang pernah selingkuh tidak menyadari bahwa hal itu akan meningkatkan kemungkinan perilaku serupa di masa depan.
Selingkuh pada dasarnya juga merugikan diri sendiri karena polanya yang toxic karena akan terjadi terus-menerus Jadi, cobalah fokus untuk tetap setia.
7. Berakhir di Penjara
Baca Juga: Kronologi Senator Australia Klaim Warganya Bisa Bawa Wabah PMK karena Kotoran Sapi di Bali
Perselingkuhan, khususnya perzinahan, adalah tindakan yang melanggar hukum, bahkan dapat dijerat dengan hukuman penjara. Di Indonesia, hal tersebut diatur Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Pada pasal 284 disebutkan, pelaku perselingkuhan dapat diancam pidana penjara paling lama 9 bulan.
Apabila perselingkuhan telah mengarah ke perbuatan zina, maka suami atau istri dari pasangan yang melakukan zina dapat melaporkan istri atau suaminya serta selingkuhannya ke polisi atas dasar perbuatan perzinahan yang diatur dalam Pasal 284 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Perlu dipahami, istilah “perselingkuhan” memang tidak diatur secara khusus dalam KUHP maupun aturan hukum pidana lainnya. Tapi, hukum pidana atau KUHP hanya mengenal istilah “gendak (overspel)”.
Gendak (overspel) adalah persetubuhan yang dilakukan oleh laki-laki atau perempuan yang telah kawin dengan perempuan atau laki-laki yang bukan isteri atau suaminya.
Jadi, itulah 7 alasan sebaiknya Anda tidak selingkuh. Jika terjadi permasalahan dalam sebuah hubungan, cobalah berbicara dari hati ke hati dengan pasangan.
Jangan jadikan selingkuh sebagai pembenaran atas masalah yang terjadi. Jika memang harus berpisah, maka bukan karena selingkuh atau kebohongan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Prabowo Sebut Warga Desa Gak Pakai Dolar: Benarkah Aman dari Dampak Rupiah Melemah?
-
30 Kode Redeem FF Terbaru 17 Mei 2026: Event Lucky Shop Tiba, Rebut Skin MP40 Cobra
-
Harga Emas di Pegadaian Kompak Anjlok, Ini Daftar Lengkapnya
-
Buat Kaget! Barbara Palvin dan Dylan Sprouse Pamer 'Baby Bump' di Cannes
-
5 Skincare Wardah untuk Kurangi Kerutan Usia 50 Tahun, Wajah Kembali Kencang
-
Viral Pedofil WN Jepang di Indonesia: Lecehkan WNI, Sebarkan Penyakit Menular Seksual
-
Mental Inlander dan Luka Panjang Kolonialisme dalam Buku Max Havelaar
-
Tentang Dolar dan Orang Desa: Meluruskan Logika Pidato Presiden di Nganjuk
-
Dari Floral hingga Gourmand, Ini 5 Parfum Wanita yang Cocok untuk Kencan
-
IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor