Indotnesia - Orientasi studi atau ospek yang digelar oleh Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) masih menjadi trending topic di Twitter hingga Kamis (11/8/2022).
Bermula dari luapan kekesalan mahasiswa baru Untirta di akun Twitter tentang ospek yang bertajuk technical meeting, namun berubah jadi perpeloncoan dan terjadi pelecehan verbal.
Sementara, pihak manajemen Untirta menanggapi keluhan peserta yang dijemur di lapangan selama 7 jam dan kekurangan minum.
Koordinator Humas dan Kerja Sama Untirta Veronika Dian Faradisa mengatakan mahasiswa baru diminta berkumpul di lapangan untuk pengambilan gambar udara dengan drone.
“Tapi dianggap panas-panasan mungkin ingin terbaik (hasil foto) menurut ormawa (organisasi mahasiswa) tapi mungkin di lapangan tidak sesuai," ujarnya, seperti dikutip dari Suara.com.
Masalah ospek yang berujung pada kekerasan bukan menjadi hal baru di Indonesia. Namun, sebenarnya sejak kapan kita mengenal ospek sebagai bagian dari kegiatan murid atau mahasiswa baru?
Sejarah Ospek di Indonesia
Sejarah ospek mahasiswa di Tanah Air tidak bisa dilepaskan dari eksistensi sebuah sekolah kedokteran Belanda bernama STOVIA atau School tot Opleiding van Inlandsche Artsen.
Plonco pada waktu itu dikenal dengan istilah “ontgroening”. Groen berarti hijau untuk menggambarkan seorang murid baru. Ontgroening bertujuan untuk menghilangkan warna hijau itu.
Baca Juga: Beda Komentar Pejabat dan Pengusaha soal Kenaikan Harga Mi Instan
Melansir dari situs resmi Kemdikbud, pemerintah Hindia-Belanda pada abad ke 19 mendirikan STOVIA setelah munculnya wabah penyakit di Pulau Jawa.
Biaya mendatangkan dokter dari Eropa sangat mahal sehingga mereka harus menghasilkan dokter-dokter yang berasal dari kalangan pribumi.
Sekolah kedokteran bumiputera pertama itu membebaskan biaya pendidikan bagi mahasiswa. Tentu saja, hal tersebut menarik minat remaja-remaja pribumi, termasuk Boedi Oetomo.
Kembali soal sejarah ospek, metode perploncoan di STOVIA diceritakan oleh Jacob Samallo dalam memoar “Kenangan dari Kehidupan Siswa STOVIA 25 Tahun Lalu” pada buku Perkembangan Pendidikan Kedokteran di Weltevreden 1851-1926.
Dalam memoar tersebut, ia menggambarkan berbagai sikap dan tindakan yang harus dilakukan para murid baru kepada seniornya, seperti memanggil para senior dengan sebutan “Tuan”.
Tak hanya itu, mereka juga harus mengelap sepatu, mengatur dipan, mengisi lampu atau pelita, dan tak jarang menjadi kurir. Para junior juga harus membayarkan makanan yang sudah dipesan senior.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Siapa yang Tanggung Biaya Pengobatan dan Pemakaman Korban Tabrakan Kereta Api
-
7 Cara agar Kualitas Video TikTok Tidak Pecah dan Buram, Pengaturan Ini Sering Terlewat
-
Andai Kita Bisa Kembali ke Masa Kecil: Pahitnya Jadi Dewasa di Lima Cerita
-
Profil Green SM, Taksi Listrik Vietnam yang Viral Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Kasus Daycare Little Aresha: Polisi Dalami Dugaan Pemberian Obat Penenang dan Kekerasan Seksual!
-
Berteman dengan George W Bush, Megawati Cerita saat Menolak Serangan AS Terhadap Irak
-
Puluhan Korban Tabrakan KA Argo Bromo dengan KRL Dirawat Intensif di RSUD Bekasi
-
Terpopuler: Seri HP Samsung Paling Murah, Rekomendasi Tripod Bagus tapi Kokoh
-
Terpopuler: 5 Mobil yang Bisa Pakai Pertalite, Motor Irit Bensin Alternatif Motor Listrik
-
Terpopuler: Nama Ayah Kandung Syifa Hadju Terungkap, Pilihan Cushion Tahan Keringat