Indotnesia - Masyarakat geger setelah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebutkan harga mi instan akan mengalami kenaikan hingga tiga kali lipat. Pasalnya, mi instan kerap dianggap sebagai penyelamat di akhir bulan.
Meski demikian, terdapat silang pendapat dari Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan yang mengatakan harga mi instan tidak bakal naik. Lalu, bagaimana perkembangan harga mi instan sekarang?
Hingga saat ini terpantau harga mie instan di pasaran maupun di toko online masih mencantumkan harga yang wajar. Walaupun terpantau ada kenaikan tetapi tidak signifikan, yaitu berkisar antara Rp300,00 hingga Rp1.000,00.
Mengutip dari Suara.com kenaikan harga Indomie goreng misalnya, pada bulan Juli 2022 masih di harga Rp105.000 kemudian pada Agustus 2022 telah naik menjadi Rp112.000 per dusnya.
Itu artinya, jika per dus berisi 40 bungkus maka masih di harga Rp2.800, sedangkan jika naik 3 kali lipat bisa dibandrol Rp10.000-an.
Sementara, harga mi instan di beberapa e-commerce seperti mi Sedap Goreng seharga Rp2.700 - Rp3.500, Supermi Rp2.800 - Rp3.200, Sarimi 2.600 - Rp3.000, mi ABC Selera Pedas Rp2.100 - Rp3.900, Gaga mi goreng Rp2.700 - Rp4.000, mi Sukses Isi 2 Rp3.500 - Rp4.250.
Selain itu, mengutip Suara.com Indomie kuah rasa ayam bawang yang sebelumnya per dus berisi 40 bungkus seharga Rp96.000 atau Rp2.500 per bungkus. Namun kini harganya meningkat menjadi Rp3.000 per bungkusnya, naik Rp500,00.
Kenaikan itu juga sesuai dengan yang disampaikan oleh Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Franciscus (Franky) Welirang dikutip dari CNN via Tantrum, yang menyebut kenaikan gandum tidak terlalu memberi efek pada harga mi instan.
"Sampai Agustus dan September ini harga gandum tertinggi tiba di Indonesia, dampak kenaikannya juga tetap kecil. Nggak banyak pengaruhnya," ujarnya.
Baca Juga: Akhir Kasus Paksa Jilbab di SMAN 1 Banguntapan, Pihak Sekolah Tetap Kena Sanksi
Menurut Franky juga bahan pembuatan mi instan tidak hanya menggunakan terigu yang dihasilkan dari biji gandum, tetapi juga bahan lainnya apalagi dengan harga yang sangat ekonomis.
"Kalau tahu costing mi instan baru orang mengerti bahwa mi instan bukan hanya terigu, komponen terigunya juga tidak besar-besar amat," katanya.
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan: Dilema Anak Antara Ambisi dan Keutuhan Keluarga
-
Bobotoh Jangan Sampai Salah, Super Big Match Persib vs Arema FC Dipercepat
-
Sudah Punya Tijjani Reijnders, Man City Bidik Pemain Keturunan Berbandrol Rp434 Miliar
-
Baru 3 Bulan Menjabat, Sipir Muda Rutan Kotabumi Terciduk Selundupkan 40 Paket Sabu ke Lapas
-
Aset Perusahaan Laku Terjual, Tapi Pesangon Eks Karyawan PT TML Sukabumi Tak Kunjung Cair
-
5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
Garis Kuning Terpasang! Praktik Tambang Emas Ilegal di Cibitung Akhirnya Disikat
-
Jejak Gelap Aipda Andi Gusman dari Mobil Panas Hingga Jerat Sabu
-
Baleg DPR Sepakati Perubahan Prolegnas 2026, Ada Lima RUU Baru Masuk Ini Daftarnya!