/
Minggu, 14 Agustus 2022 | 16:46 WIB
Lukisan "Monalisa" karya Leonardo da Vinci dan Lukisan "Perempuan Muda dengan Unicorn" karya Raphael. (ATX Fine Arts)

Indotnesia - Kita banyak menjumpai lukisan-lukisan era Renaissance atau Renaisans yang memperlihatkan kecantikan perempuan. Mereka digambarkan sebagai wanita berkulit putih dengan rambut panjang ikal berwarna gelap atau pirang.

Renaissance dalam bahasa Perancis berarti kelahiran kembali. Melansir dari Britannica, era Renaissance adalah periode dalam peradaban Eropa yang hadir setelah Abad Pertengahan.

Baru-baru ini, seorang sejarawan seni Erin Griffey mencoba menelusuri rahasia kecantikan perempuan era Renaissance. Melansir Science News, Jumat (12/8/2022), ia meneliti bahan dalam resep kecantikan dari abad ke-16 hingga ke-18.

Ia mengompilasinya dari buku, koleksi resep kosmetik, teks medis, manuskrip aturan kesehatan, herbal, dan farmakope. Sejumlah resep kecantikan itu bisa kita temukan pada era modern, seperti air mawar.

Air mawar digunakan sebagai pelembab kulit. Selain itu, belerang juga dijual bebas sebagai krim jerawat. Tapi, resep kosmetik era Renaissance tidak berhenti sampai di situ.

Resep kuno tersebut kerap mencantumkan bahan-bahan aneh dan bahkan berbahaya, seperti asam empedu, kuku anak sapi, timah, dan tanaman beracun bryonia.

Griffey berupaya membuat ulang formula tersebut bersama rekan-rekannya di University of Auckland di Selandia Baru. Penelitian tersebut mereka sebut sebagai The Beautiful Chemistry Project.

Diawali dengan sebuah "resep lengket" yang banyak ditemukan di berbagai sumber selama periode Renaisans, yakni terdiri dari bunga rosemary di minuman anggur putih, bubuk mur dengan putih telur, dan tanduk rusa yang baru tumbuh, serta tepung kacang.

Ahli kimia Michel Nieuwoudt dan tim bereksperimen pada pengukuran bahan-bahan, sementara Griffey mencari sumber untuk petunjuk lebih lanjut tentang jenis dan rasio bahan.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Wisata Air Terjun di Jawa Tengah yang Asyik untuk Healing

"Kami tahu kalau kami tidak dapat membuatnya sama persis seperti yang dulu," ujarnya.

"Kami tidak punya tanaman rosemary yang tumbuh 500 tahun lalu atau anggurnya, dan berbagai susunan kimianya," imbuhnya.

Nieuwoudt  dan tim merebus bunga rosemary dengan larutan yang berbeda. Masing-masing diberi minuman anggur putih manis, anggur putih kering, etanol dalam air, atau aqua vitae.

Setelah menyaring bunga tersebut dan menganalisis hasil dari campuran tersebut, mereka menemukan senyawa kimia yang umum dalam produk perawatan kulit saat ini, seperti shooting camphor, eukaliptol, dan alkohol linalool yang harum (SN: 22/7/02).

Resep kecantikan era Renaisans ini dapat membuat wajah cerah. Sementara temuan dari Nieuwoudt, resep tersebut juga dapat mengencangkan dan melembabkan kulit.

Load More