- Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyatakan tragedi siswa SD NTT bunuh diri adalah pukulan berat.
- Cucun menekankan pentingnya UU Sisdiknas mengatur interaksi guru dan murid terkait kasus perundungan.
- DPR melalui Komisi X akan mendalami kasus ini dan meminta antisipasi preventif Kemendikbudristek.
Suara.com - Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan tragedi siswa SD di NTT mengakihir hidup harus menjadi perhatian dan keprihatinan bersama. Ia menilai tragedi tersebut menjadi pukulan besar.
Ia memandang penting keberadaan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional.
"Masih ada di negara kita hanya karena permasalahan kecil, makanya penting nanti dalam Undang-Undang Sisdiknas, interaksi guru dengan murid itu sebetul-betul tahu ya," kata Cucun di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/2/2026).
"Apalagi fenomena sekarang di tengah-tengah ya mungkin kondisi ekonomi ataupun juga dia karena tadi, bisa jadi bukan karena hal tentang masalah pensil, karena bullya-n dan segala macam. Ini yang menjadi problem besar bagi kita yang harus diselesaikan," sambung Cucun.
Melalui Komisi X, ia menegaskan DPR akan turut mendengarkan mengenai apa yang sebenarnya terjadi hingga siswa di NTT memilih mengakhiri hidup.
"Apakah Kementerian Dikdasmen ini juga sudah tahu? Ini kan baru hanya satu case, satu kasus. Bisa saja terjadi beberapa, makanya kita inginkan harus ada antisipasi ya, preventif dari Kementerian Pendidikan Dasar Menengah," kata Cucun.
Menurutnya juga penting agar ada investigasi untuk mengetahui secara detail atas tragedi yang terjadi.
"Yang jelas kalau misalkan yang mau ada apa, pendalaman dari aparat penegak hukum bagus biar terang benderang juga ya permasalahannya. Jangan sampai misalkan tadi hanya disudutkan terkait hanya pensil, ternyata ada permasalahan lain yang menunjukkan ke sana. Ini penting gitu," kata Cucun.
Baca Juga: Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terkini
-
Dobrak Kemacetan Jakarta-Banten, Jalur MRT Bakal Tembus Sampai Balaraja
-
Pakar Soal Kasus Chromebook: Bukti Kejagung Bisa Gugurkan Dalih Niat Baik Nadiem Makarim
-
Benang yang Menjaga Hutan: Kisah Tenun Iban Sadap dari Jantung Kalimantan
-
Menpar Widiyanti Bantah Isu Bali Sepi Wisatawan, Ungkap Data 12,2 Juta Kunjungan di 2025
-
Tragedi Bocah NTT Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku, Mensos Janjikan Bantuan Pendidikan untuk Kakaknya
-
Kritik Kebijakan Pariwisata, Anggota Komisi VII DPR Ini Beri Menpar Widyanti Nilai 50 dari 100
-
OTT KPK di Jakarta Jaring Pejabat Bea Cukai
-
Gus Ipul Prihatin Kasus Siswa SD di NTT, Ingatkan Pentingnya Data Perlindungan Sosial
-
Nekat Bongkar Trotoar Tanpa Izin, Pengelola Hotel di Pondok Indah Kena Sanksi
-
Sebelum Lakukan Pemutihan Utang BPJS, Pemerintah Ingin Pastikan Hal Ini