Indotnesia - Kabar kurang mengenakan kembali datang dari institusi kepolisian. Terbaru, Kasat Narkoba Polres Karawang Edy Nurdin Massa (ENM) ditangkap atas kasus pengedaran narkotika jenis ekstasi.
Secara resmi, Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) Bareskrim Polri Brigjen Pol Krisno Halomoan Siregar membenarkan adanya penetapan tersangka Kasat Narkoba Edy dalam kasus tersebut.
"Penangkapan ENM, Kasat Resnarkoba Polres Karawang tersangka kasus peredaran narkoba," kata Krisno kepada wartawan, Selasa (16/8/2022) dikutip dari Suara.com.
Dilansir dari Suara.com, penyidik Bareskrim menyita sejumlah barang bukti berupa dua unit ponsel, plastik klip berisi shabu berat bruto 94 gram, plastik klip bening berisi shabu berat bruto 6,2 gram, plastik klip berisi shabu seberat bruto 0,8 gram, plastik klip berisi dua butir pil ekstasi berat bruto 1,2 gram, satu timbangan digital, seperangkat alat hisap sabu dan cangklong, serta uang tunai Rp 27 juta.
Atas tertangkapnya ENM menjadikan nama kepolisian atau citra Polri semakin jelek di kalangan masyarakat.
Kabar tersebut juga membuat publik heboh dan penasaran dengan sosok Edy Nurdin Massa.
Edy Nurdin Massa lahir di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, pada 1976. Ia merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara yang berasal dari latar belakang keluarga anak sipir atau penjaga penjara.
Mengikuti jejak sang ayah yang bekerja dalam bidang keamanan, sejak kecil Edy telah bercita-cita ingin menjadi seorang polisi dan telah berlatih di sekolah dasar dengan bergabung dalam Patroli Keamanan Sekolah (PKS).
Baca Juga: Basarnas Kerahkan 3 Tim SAR Cari Pelajar yang Hilang Terseret Ombak Parangtritis
Mantan Kasat Narkoba Polres Karawang itu memiliki istri seorang Polwan dan tiga orang anak.
Jejak Karier Edy Nurdin Massa
Sebelum menjadi Kasat Narkoba, Edy sempat berpangkat seorang bintara di Direktorat Narkoba Polda Jawa Barat.
Ia pernah mendapatkan tugas untuk menangkap seorang bandar narkoba dan jaringannya di salah satu tempat hiburan malam. Bersama anggota timnya, Edy melakukan penyamaran demi membekuk bandar tersebut.
Sayangnya, tugas tersebut tidak berjalan mulus hingga akhirnya Edy dan sejumlah anggota timnya berduel dengan bandar narkoba.
Meski sempat terkendala, misi menangkap jaringan bandar narkoba di tempat hiburan malam tersebut berhasil dan membuat namanya semakin dikenal di jajaran kepolisian.
Kiprah pria berusia 46 tahun tersebut dalam mengungkap kasus narkoba di Indonesia memang terkenal mumpuni.
Sebelum menjadi Kasat Narkoba, ia juga pernah mengungkap penyelundupan narkoba jenis sabu sebanyak 1 ton di Pantai Pangandaran dengan taktik menyamar selama berbulan-bulan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan