Indotnesia - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menanggapi soal rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yaitu pertalite dan solar. Dalam tanggapannya, dia meminta pemerintah untuk turut berhemat agar anggaran tidak berat.
Hal itu, disampaikan Susi melalui cuitan di akun Twitter pribadinya pada Rabu (24/8/2022). Dia mengusulkan agar pemerintah membubarkan lembaga-lembaga atau komisi pemerintahan yang tidak diperlukan agar anggaran tidak berat.
“Penghematan juga perlu dilakukan institusi pemerintah, supaya anggaran tidak berat. Bubarkan lembaga-lembaga atau komisi-komisi yang tidak diperlukan dan tidak signifikan keberadaannya,” tulisnya.
Dia juga menyarankan agar beberapa departemen pemerintahan dimerger untuk mengurangi beban anggaran. Misalnya, merger Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).
Lalu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) disatukan menjadi Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Daglu).
“Bila perlu departemen di merge. Kejagung dan Kemenkumham, Disperindag dan Industri dijadikan Direktorat Daglu,” lanjutnya.
Selain pengurangan lembaga atau instansi pemerintahan, Susi juga mengusulkan agar Pegawai Negeri Sipil dikurangi hingga 30% dalam dua tahun ke depan.
“PNS dikurangi 30% dalam dua tahun ke depan, mulai 1, 2, 3 dan staf,” katanya.
Menurutnya, jika bagian kementerian bisa berkurang minimal 4 sampai 5 kementerian, maka pemerintah dapat menghemat anggaran hingga Rp40 triliun per tahunnya.
Baca Juga: Soal Harga Telur, Ikatan Pedagang: Mendag Jangan Keluarkan Pernyataan Bikin Gaduh
“Kementerian dimerge bisa berkurang minimal 4 sampai 5 kementerian. Pemerintah bisa hemat minimal Rp40 triliun per tahun. Berkurang orang, berkurang anggaran program-program yang tidak esensial. Sehingga infrastruktur penting tetap bisa berjalan,” kata Susi.
Sebagai penutup dalam utasnya tersebut, Susi mengajak semua termasuk pemerintah untuk mulai berhemat.
Menurutnya, harga kebutuhan sehari-hari akan terus meningkat dan daya beli akan terus menurun. Sementara, penghematan instansi bisa dialihkan untuk bantuan pada masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Selly Gantina Soroti Temuan 11 Bayi di Sleman, Minta Negara Utamakan Perlindungan Anak
-
27 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 11 Mei 2026: Panen 600 Permata Tanpa Syarat
-
Nama Dirjen Bea Cukai Terseret Kasus Blueray, KPK Diminta Jalankan Perintah Presiden
-
Sinopsis The Honest Realtor, Film Komedi Dibintangi Tomohisa Yamashita
-
Bermula dari Area Parkir, Polisi Bongkar Penyimpanan 1.000 Butir Ekstasi di Apartemen Greenbay Jakut
-
Kasus KUR BSI Rp9,5 Miliar Masuk Pengadilan, Dana Petani Tambak Udang Diduga Diselewengkan
-
Grace Natalie Siap Temui Jusuf Kalla Usai Dipolisikan: Saya Tidak Ada Masalah Pribadi
-
Nadiem Klaim Permendikbud Soal Pengadaan Chromebook Tak Terkait Investasi Google ke Gojek
-
Lionel Messi Ungkap Pemain Terbaik di Generasi Setelahnya
-
46 Kode Redeem FF Terbaru 11 Mei 2026: Buruan Ambil Bundle Gintoki dan M1014